Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Burung Langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Langka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2012

Fiji Leher Merah ( Charmosyna amabilis )

http://www.parrots.org/images/parrotgallery/RedThroatedLorikeet/wpt0471m_medium.jpg

Burung Fiji Leher Merah atau Charmosyna amabilis, memiliki 18 cm panjang dan seluruhnya hijau, tapi untuk merah, tenggorokan pipi dan paha. Tenggorokan merah berbatasan dengan kuning. Mustard-kuning undertail dan ekor tips.High bernada berderit diucapkan sementara makan atau dalam penerbangan.


Spesies ini memenuhi syarat sebagai Lorikeet ( Sangat Terancam Punah )  karena populasi kecil yang terus menurun sebagai akibat dari predasi dari hilangnya habitat. Burung ini adalah burung endemik di Fiji dan ditemukan di pulau Viti Levu, Vanua Levu, Taveuni dan Ovalau. Populasi diperkirakan kurang dari 50 ekor.
Read More

Sabtu, 29 September 2012

Cikalang Elok ( Fregata magnificens )


Cikalang Elok ( Fregata magnificens ) adalah spesies burung cikalang yang dikenal sebagai burung perompak. Dikarenakan mereka suka menyerang dan makanan burung lain seperti jenis burung cikalang lainnya.F. magnificens mempunyai sayap yang panjang. Yang jantan, ekor dan paruh mereka juga panjang, adapun burung ini mempunyai kantong leher yang berwarna merah.

Untuk menarik pasangan, kantong ini digembungkan.Betina memiliki kantong leher dan leher bagian bawah juga berwarna hitam dan dada mereka berwarna putih. Ukuran sayap fregat ini adalah lebar 2,5 m dan 1 m.
Burung laut ini secara luas tersebar di sepanjang wilayah Atlantik tropis. 

Mereka memiliki koloni berkembang biak di pohon-pohon di Karibia, Florida serta di Kepulauan Tanjung Verde. Ini merupakan burung laut yang berkembang biak sepanjang pantai Pasifik Amerika dari Meksiko kemudian ke Ekuador yang juga termasuk Kepulauan Galapagos.




F. magnificens memakan ikan kecil, cumi-cumi, ubur-ubur, dan krustasea. Mereka juga dapat makan kura-kura kecil yang masih muda.Mereka menyerang tern, boobie, camar dan gannet sampai mereka memuntahkan makanannya. Adapun ketika burung lain sudah didapatinya, burung itu langsung diguncang-guncangkan hingga burung itu memuntahkan makanannya.

Di awal musim kawin, burung jantan akan menggembukan kantong lehernya di sarang milik jantan. Dan juga menepukkan paruhnya dengan ramai. F. magnificens membentuk pasangan monogami setiap musim kawin sekali perempuan memiliki pasangan yang dipilih.


 Namun, mereka jarang mempertahankan pasangan yang sama dari musim ke musim. F. magnificens bertelur 2 kali setahun dan Sarangnya terdiri atas kumpulan ranting kayu dan rumput. Bisa diletakkan di pohon, semak, atau di atas tanah. Telur F. magnificens dierami 50 hari
Read More

Jumat, 14 September 2012

Ibis Karau ( Pseudibis davisoni


Suatu hari di tengah rimba belantara Kalimantan Timur, di tepian Sungai Mahakam yang berwarna coklat, ada bebauan hutan yang menemani ritual minum kopi di sore hari. Teropong itu masih basah oleh keringat, tergolek molek di samping, tidak lagi menggelayut manja di leher dan bersandar di dada yang sekarang terbuka tak lagi berbaju.


Bayangan hitam besar itu muncul entah dari mana, menjejak bumi tanpa suara di tekukan sungai seberang. Teropong itu sekarang sudah melekat kencang di mata, entah bagaimana nasib cangkir kopi yang masih penuh tadi. Mahluk hitam tadi, burung, Ibis karau, Pseudibis davisoni, Ibis paling langka di dunia. Dia lelaki yang beruntung.

Halaaah, itu pembukaan kok ndak saya banget yak?! Saya itu sedang berusaha menggambarkan suasana indah yang muncul karena berjumpa mahluk super langka. Lha kok suasananya? bukan mahluknya yang diindah-indahkan. Itulah soalnya, mahluk yang bernama Ibis karau ini buat banyak orang ndak indah dipandang mata, ndak bisa bikin jatuh cinta pada pandangan pertama seperti kalau melihat merak yang sedang ngibing dahsyat dipacu birahi itu. 


Coba saja lihat morfologinya, paruhnya panjang bengkok ke bawah, kepalanya yang kecil itu  "gundul" tapi ya kegundulannya itu tak mencegahnya untuk tetap mengenakan bando berwarna terang. Tubuhnya? seperti tak seimbang dan kaki-kakinya  kurang jenjang. Tubuh didominasi warna gelap dengan seleret putih pada bagian bahunya yang lantas dijadikan nama burung ini dalam Bahasa Inggris, White-shouldered Ibis. Tengok juga gaya berjalannya, halah ... sudahlah.

Ketidak indahan itu mungkin menjadi salah satu sebab kenapa dia tak terperhatikan, tidak sebagaimana elang yang gagah atau cendrawasih yang molek. Walaupun Ibis karau saat ini menyandang status keterancaman tertinggi, Kritis (Critically Endangered), tak banyak yang perduli atau bahkan kenal dengannya. 



Dahulunya burung ini terdapat di Cina bagian selatan, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia dan Indonesia (Kalimantan). Bebas berkeliaran di hutan-hutan dan di rawa-rawa Saat ini dia hanya bisa dijumpai di Vietnam bagian selatan, Laos bagian selatan, di utara Kamboja dan di Indonesia di Kalimantan Timur, Tengah dan Selatan. Jumlah yang tersisa juga tidak lagi banyak.

Kenapa pula dia lantas menghilang? Ada beberapa hal yang dituding jadi penyebabnya, dan biangnya ya manusia lagi. Hutan dan rawa yang jadi rumah sang Ibis diutak-atik sak enak udel. Hutannya dibabati dan rawanya dikeringkan, mungkin mikirnya kalau semua hutan dan rawa itu ya punya'nya sendiri, mahluk lain cuma ngontrak, akibatnya banyak korban termasuk si Ibis ini. Sang Ibis lantas mencoba bertahan dengan mengikuti perubahan jaman, mereka mulai sering terlihat di lahan-lahan persawahan manusia yang dulunya rawa rumah mereka. 


Tapi ya ndak aman juga, mereka diuber-uber, diganggu, dan dibunuh (katanya dagingnya layak santap). Padahal kalau dia dibiarkan saja di sawah ya juga bisa bantu-bantu mengurangi hama dan gulma lho. Makanannya Ibis ini serangga dan biji-bijian rumput. Mungkin karena ada yang ndak nyambung, sawahnya lantas disemproti racun pembunuh serangga, habis jugalah makanan Ibis di sawah.



Rupa tidak indah, tubuh tak simetris, jalannya tidak anggun, klayaban di tempat-tempat becek, holoh holoh, kok ya ndak ada indah-indahnya sih? Tambahan lagi, burung ini tak muncul dalam hikayat tua, tak sebagaimana saudara jauhnya Sacred Ibis dari Mesir yang lantas diidentikan dengan dewa agung bangsa Mesir kuno, Toth. Mitologi kuno menceritakan bagaimana Toth merubah 360 hari dalam setahun menjadi 365 hari setelah dia menang berjudi dengan bulan dan mendapatkan 5 hari tambahan dalam setahun. Lantas, apakah Ibis karau juga harus berjudi dengan manusia untuk mendapatkan kesempatan agar bisa tetap hadir di bumi. 


Tak usahlah rasanya dia dipaksa harus berjudi untuk hidupnya dan tak usah jugalah dia lantas dipaksa menjadi cantik agar dapat sekedar lirikan. Jika kita belum kikir perhatian tengoklah kembali Ibis yang satu ini, mungkin kita saja yang belum bisa menangkap keindahannya itu.
Read More

Kamis, 13 September 2012

Kowak Jepang ( Gorsachius goisagi )


Kowak Jepang adalah spesies bangau malam ditemukan di Asia Timur. Ini berkembang biak di Jepang, dan musim dingin di Filipina dan Indonesia. Hal ini juga terlihat pada musim semi dan musim panas di Korea dan Rusia Timur Jauh.


Read More

Rabu, 12 September 2012

Mandar Gendang ( Habroptila wallacii )


Burung mandar gendang berukuran panjang antara 33-40 cm. Burung jantan dan betina mempunyai bulu yang serupa yakni abu-abu gelap dengan sayap dan ekor berwarna coklat gelap. Bagian kulit yang tidak berbulu berwarna merah. Sedangkan kulit pada kaki berwarna oranye kemerahan.


Masih sedikit yang diketahui tentang perilaku hidup burung endemik Halmahera ini. Makanan mandar gendang umumnya adalah pucuk tanaman, serangga, dan sagu dari batang sagu yang terbuka. Suara kicauan burung ini seperti bunyi gendang dengan diselingi jeritan keras.
Habitat, Penyebaran, Populasi, dan Konservasi. Sebagai hewan endemik Halmahera, burung mandar gendang hanya bisa dijumpai di pulau Halmahera, Maluku Utara. Habitatnya adalah di daerah lahan basah, semak belukar disekitar rawa, dan lahan gambut dengan ketinggian hingga 700 meter dpl.
Populasi mandar gendang  tidak diketahui pasti. BirdLife Internasional memperkirakan populasinya berkisar antara 2.500 – 9.999 ekor burung dewasa (2000) dengan tren populasi yang terus mengalami penurunan. Penurunan populasi ini diakibatkan oleh hilangnya habitat, deforestasi, dan aktifitas pemanenan sagu secara komersial oleh penduduk.
Karena tingkat populasi, daerah sebaran, dan ancaman yang ada, IUCN Redlistmemasukkan burung mandar gendang  dalam status konservasi vulnerable sejak tahun 1994. Yang patut disayangkan, meskipun termasuk salah satu burung langka, ternyata burung endemik Si Penabuh Gendang ini belum termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia.
Read More

Selasa, 11 September 2012

Trinil nordmann ( Tringa guttifer )

Bayangkan satu jenis burung yang daerah sebarannya begitu luas. Berkembang biak di hutan-hutan pantai Russia bagian Timur dan pada saat daerah itu dilanda musim dingin mereka berpindah ke Selatan melintasi negara-negara Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, Cina, Taiwan, India, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Kamboja, Viet Nam, Philippina, Malaysia dan Indonesia. Jauh juga klayabannya burung satu ini. Lautan, gunung, lembah semua dilalui. Luar biasa untuk burung berukuran sedang-sedang saja (30-an cm).



Trinil nordmann (Tringa guttifer) adalah bintang minggu ini. Tidak ada yang istimewa dari penampilan luarnya, kakinya kuning dan panjang, paruhnya juga begitu, sementara warna tubuhnya nyaris tidak ada “istimewanya”. Hanya saja, burung biasa-biasa saja ini menyimpan tenaga begitu besar sehingga dia mampu terbang ke banyak tempat yang jauh dari tempatnya berkembang biak.
Di Indonesia keberadaan jenis ini masih sangat sedikit diketahui. Ada beberapa catatan perjumpaan dari Pantai Timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Buton dan yang terbaru dari Jawa, hanya satu ekor saja. Tidak sebagaimana penemuan jenis-jenis hewan langka lainnya, penemuan jenis burung ini di Jawa dilakukan oleh anak-anak muda Indonesia. 
Lokasinya di delta Sungai Progo, Pantai Trisik, Yogjakarta pada tanggal 1 Desember 2006 yang lalu. Lantas, apakah penemuan sebesar ini banyak diketahui umum? Ya tidak juga, siapa yang tertarik ngomong dengan peneliti bukan selebritis begini. Saya sendiri hanya merayakan penemuan ini dengan jingkrak-jingkrak sendirian.
Apa istimewanya burung kecil ndak bagus ini? Jumlahnya sangat sedikit, dimasukkan dalam daftar jenis burung terancam punah dengan status Genting ( Endangered ). Selain itu, kelakuan burung ini di luar daerahnya berkembang biak sangat sedikit diketahui. Menemukan burung ini di luar daerah berkembang biaknya adalah hal yang sangat istimewa.
Apa pasal mereka terancam punah. Klasik saja, tempat hidupnya diutak-atik manusia. Pengembangan wilayah pantai yang serampangan menyebabkan burung ini kehilangan tempat mangkalnya. Hal ini tejadi di mana-mana. Belum lagi masalah perburuan dengan menggunakan anjing, para penggembala Rusa kutub dan turis yang terjadi di Russia sana. Selain itu, burung ini juga memiliki musuh alami, burung gagak.
Read More

Senin, 10 September 2012

‘Akohekohe ( Palmeria dolei )


‘Akohekohe ( Palmeria dolei ) adalah spesies burung finch yang masuk dalam famili Fringillidae. Spesies ini adalah spesies yang endemik terhadap Hawaii. Habitat spesies ini adalah montane tropis atau subtropis. Spesies ini kini mendapat status kritis akibat dari kehilangan habitatnya.



Burung indah dengan warna yang burik-burik ini, serta dengan jambulnya yang lucu juga merupakan burung yang terhitung sudah jarang ditemui, Nah kawan,...Mari kita jaga ekosistem kita dengan tidak memburu binatang-binatang liar terutama burung, karena rugi kan kalau nanti-nanti kita tidak bisa menikmati alam kita yang indah ini,...
Read More

Minggu, 09 September 2012

Bubut Alang - Alang


Bubut Alang-alang adalah spesies burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur. Burung yang memiliki warna dominan hitam dan oranye ini sering menghabiskan waktu luangya untuk bertengger di pepohonan yang tidak terlalu tinggi.
Read More

Sabtu, 08 September 2012

Hoatzin ( Opisthocomus hoazin )


Hoatzin ( Opisthocomus hoazin ) adalah burung yang sebagian berasal dari famili Opisthocomidae, lainnya famili dari ordo Cuculiformes. Dahulu, hewan ini dimasukkan dalam ordo Galliformes, dan sekarang masuk ke ordo yang terpisah, Opisthocomiformes.


Keluarga burung ini yang sebenarnya tak diketahui dengan pasti. Hoatzin berasal dari Lembah Amazon dan sering ditemukan di pohon. Hoatzin biasa berwarna cokelat/hitam menyerupai Cracidae. Hoatzin muda memiliki cakar di sayapnya, yang dengan organ itu ia bisa memanjat. 


Cakar itu tak menandakan kedekatan kekeluargaan dengan Archaeopteryxatau bentuk cakar yang lebih tua: kembali ke keadaan lama. Dengan ini hoatzin menjadi contoh bagi macam binatang yang mematahkan Hukum Dollo.


Read More

Jumat, 07 September 2012

Bangau Jepang


Bangau Jepang atau bangau mahkota merah atau juga Bangau Manchuria adalah jenis bangau berukuran besar dan juga menjadi jenis bangau paling langka ke-2 di dunia. Bagi masyarakat Asia Timur bangau ini menjadi simbol keberuntungan dan kesetiaan. Dengan tinggi 140 cm, memiliki habitat di rawa-rawa. Saat dewasa, bangau bermahkota merah berwarna putih salju dengan bulu di kepala berwarna merah.


Warna tersebut berubah menjadi merah terang ketika mereka menjadi agresif atau gembira. Bangau terberat yang pernah tercatat adalah bangau rmahkota merah jantan dengan berat 15 kg, walaupun jenis Sarus Crane berukuran lebih tinggi

Pada musim semi dan musim panas, bangau mahkota merah berkembangbiak di Siberia dan jarang-jarang di wilayah Mongolia (seperti di Wilayah Perlindungan Mongol Daguur). Secara normal bangau ini menelurkan 2 buah telur, dan hanya satu yang akan bertahan. 
Lalu pada musim gugur, mereka bermigrasi untuk bertahan dari musim dingin ke negara-negara di Asia Timur seperti Korea, Jepang, Cina, dan Taiwan. Sebagian besar bangau mahkota merah bermigrasi ke selatan, namun ada kawanan yang menjadi penghuni tetap di Hokkaido. 
Makanan bangau mahkota merah adalah amfibi kecil, mahluk invertebrata di sekitar perairan, serangga dan tanaman yang tumbuh di rawa-rawa. Habitat bangau mahkota merah ada di rawa-rawa, pinggir sungai, persawahan dan lahan-lahan basah.
Read More

Kamis, 06 September 2012

Karakara



Ordo Falconiformes adalah grup dari sekitar 290 spesies burung yang termasuk burung pemakan bangkai diurnal. Klasifikasi raptor sulit dan ordo ini ditangani dengan berbagai cara.

Karakara Berjambul adalah nama Falconiformes falconid. Karakara Berjambul terdiri dari :
  • Karakara Utara, Caracara cheriway
  • Karakara Selatan, Caracara plancus
  • Karakara Guadalupe, Caracara lutosa

Read More

Partridge





Partridge adalah burung dari famili Phasianidae, keluarga burung pheasant. Mereka adalah burung non migratori dari Dunia Lama. Partridge adalah burung berukuran medium. Partridge menempati daerah Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah, dan mereka adalah burung yang sering berdiam di tanah serta pemakan biji-bijian.



Terdapat dua jenis partridge yang umum berada di Amerika Utara sebagai peliharaan, yaitu partridge chukar dan partridge abu-abu. Partridge abu-abu umum ditemukan di hutan lebat. Partridge abu-abu memiliki bulu yang kurang menarik dibandingkan partridge chukar. Partridge memiliki panjang sekitar 26 cm dengan massa tidak lebih dari setengah kilogram. Mereka adalah burung buruan favorit.

Read More

Sabtu, 18 Agustus 2012

Paruh-sabit Kurikuri ( Epimachus fastuosus )

Paruh-sabit Kurikuri ( Epimachus fastuosus ) adalah sejenis burung cendrawasih yang berukuran besar dari genus Epimachus. Burung ini memiliki paruh hitam melengkung seperti sabit dan berekor panjang. 

Burung jantan dewasa merupakan salah satu burung terbesar di antara burung cendrawasih. Jantan berukuran sekitar 110cm yang termasuk bulu ekor hiasan berwarna biru ungu dengan ujung runcing dan sangat panjang. Bulu bagian atas berwarna hitam keunguan, kepala dan punggung berwarna biru hijau, tubuh bagian bawah berwarna hitam, coklat, dan ungu di sekitar dagu dan leher, iris mata merah, kaki hitam keabuan dan bagian dalam mulut berwarna kuning terang. 

Pada sisi dadanya terdapat bulu hiasan seperti kipas berwarna merah, coklat dan hitam dengan ujung warna pelangi. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dan memiliki bulu coklat kemerahan, bagian bawah tubuh hitam dengan totol putih di bagian belakang, iris mata coklat dan tidak punya bulu-bulu kipas hiasan.
Daerah sebaran Paruh-sabit Kurikuri terdapat di hutan-hutan pegunungan pulau Irian. Seperti kebanyakan burung-burung cendrawasih, Paruh-sabit Kurikuri adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya disertai dengan nyanyian. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Paruh-sabit Kurikuri terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Paruh-sabit Kurikuri dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.
Read More

Jumat, 17 Agustus 2012

Nuri Talaud ( Eos histrio )


Nuri Talaud ( Eos histrio ) adalah nuri arboreal endemik di Indonesia. Mereka tergolong terancam punah, disebabkan mereka diburu untuk perdagangan hewan peliharaan dan disebabkan juga kehilangan habitat dan perusakan habitat. Nuri Talaud sekarang hanya terbatas di sekitar Pulau Talaud, Sulawesi Utara. Dan lebih dari itu juga, mereka menghilang selama abad ke-20 dari Sangihe, Siau, dan Tagulandang. Populasi mereka diperkirakan 5-10.000 ekor. Jadinya, spesies mereka cepat menurun.
Read More

Rabu, 15 Agustus 2012

Merpati Hutan - Perak ( Columba argentina )


Berukuran besar (40 cm), berwarna abu-abu pucat. Sayapnya berwarna hitam, ekor dan tubuh bagian bawah keabuan. Perbedaannya dengan Pergam laut: tubuh bagian atas abu-abu (bukan putih), warna hitam pada separuh ekor, dan lingkaran mata merah. Iris coklat, keliling mata yang gundul merah, paruh hijau-pucat dengan pangkal merah, kaki merah 

Kep. Simeulue, Mentawai (P.Sipura, Pagai utara),Kep.Riau (Karimun Besar, Batam, Bintan dan Kepulauan Lingga/Saya), Kep. Anambas, Natuna utara dan Kep. Karimata di ujung barat Kalimantan. Juga pernah tercatat di P. Burong (Malaysia), akan tapi, sekarang di pulau itu sudah punah .


Merpati hutan perak mirip dengan Pergam laut, akan tetapi ada perbedaan antara merpati hutan perak dan pergam laut, yaitu pergam laut tidak mempunyai lingkaran merah pada mata, dan warna yang lebih putih.
Mendiami pulau-pulau kecil, tetapi jarang ditemukan karena adanya penebangan hutan. Kadang-kadang berbaur dengan Pergam laut.
Read More

Minggu, 12 Agustus 2012

Gosong Sula ( Megapodius bernsteinii )




Gosong Sula ( Megapodius bernsteinii ) adalah spesies burung dari keluarga Megapodiidae. Burung ini hanya dapat ditemukan di Indonesia, dengan habitat pada hutan subtropikal atau hutan tropis, hutan dataran rendah subtropis atau tropis, hutan mangrove subtropis atau tropis, dan dataran dengan tumbuhan perdu beriklim subtropis atau tropis. Gosong Sula dalam keadaan terancam akibat kehilangan habitat asli.
Read More

Rabu, 08 Agustus 2012

Burung - Kucing Tutul ( Ailuroedus melanotis )


Burung-kucing Tutul ( Ailuroedus melanotis ) yang juga diketahui sebagai Burung-kucing Telinga-hitam, adalah spesies namdur atau burung kucingyang dapat ditemui di utara Queensland, Australia, pulau-pulau dekat Guinea Baru, seperti Kepulauan Misool, Papua, dan Kepulauan Aru.

Read More

Minggu, 05 Agustus 2012

Robin


Dahulu burung ini sangat murah harganya, bahkan banyak para toko burung yang menjual burung robin ini, karena selain harganya murah ( pada saat itu ) burung ini sangat mudah beradaptasi dengan pemiliknya dan cepat berkicau, memang burung ini termasuk burung langka di indonesia dikarenakan setahu saya burung ini termasuk burung import dari asia. Pada tahun 1990 an burung Robin ini sangat dikenal oleh masyarakat pehobi burung Indonesia Khususnya, namun akhir-akhir ini burung tersebut seakan hilang dari peredaran kicau mania. 

Sekilas burung Robin adalah nama yang diberikan pada beberapa burung kicau yang kecil yang terdapat di Amerika, Eropa dan Asia.Burung Robin dari Amerika diklasifikasikan sebagai Turdus Migratorius, sedangkan burung Robin Eropa sebagai Erithacua Rubecula. 


Burung Robin ini merupakan burung yang periang dan paling dikenal, ia akan membuat sarang dari ranting dan akar-akar yang dilapisi terlebih dahulu dengan lumpur dalam membuat rumah mereka di alamnya. Setiap pagi atau malam dan waktu subuh burung ini sudah mulai berkicau dengan kerasnya, tak heran pada masa itu banyak sekali pehobi burung lebih menyukai Burung jenis ini karena disamping mudah merawatnya dan murah harga, robin ini baik jantan dan betina sama-sama ngocehnya dan sama gacornya.( Ngerol ), dan untuk perawatannya pun sangatlah mudah dan tidak sulit, sama seperti burung-burung lainnya.

Makanan burung robin ini adalah, voor biasa, jangkrik, kroto serta buah-buahanpun akan dimakannya. Sampai pada akhir-akhir ini jika ada burung Robin ini harganya pun sudah mencapai ratusan ribu rupiah, mungkin dikarenakan burung robin tersebut sudah susah didapat di pasaran. Baik para pecinta burung dan para kicau mania ini sekedar mengingatkan kembali kepada kita, bahwa ada salah satu burung kecil yang sangat rajin berkicau dan tidak gampang stres yaitu BURUNG ROBIN.

Read More

Jumat, 03 Agustus 2012

Wambie



Burung Wambie ini adalah burung yang berasal dari benua Asia yaitu China, Wambie adalah burung import, karena itu burung yang satu ini sangat jarang sekali ditemukan di Indonesia. Tidak seperti tahun 90'an, burung wambie atau hwa mei ini sering dan banyak kita jumpai di pasar-pasar burung, bahkan harganya pun relatif sangat murah. 
Burung ocehan asal China ini ada didaerah Huang Co dan konon katanya penyebarannya sampai ke pulau Bali, Jawa, Lombok dan Irian. Memasuki era tahun 2000'an ini kita sudah jarang sekali menemukan burung ini terlebih di pasar burungpun sudah tidak ada dan susah di temukan. 

Asal usul burung ini di Chinanya di jadikan burung aduan seperti layaknya adu ayam sabung di Indonesia, ya..burung ini di adu ketangguhannya dan acap kali di jadikan taruhan dan burung yang mati di anggap kalah.
Burung ini hidup berkelompok di hutan-hutan bambu dan semak belukar yang selalu dekat dengan aliran air sungai. 

Dan setelah beberapa tahun berjalan seiring dengan berkembangan burung berkicau di Indonesia, burung ini akhirnya sering di lombakan juga di arena kontes burung berkicau, karena suaranya yang khas dan tajam serta volume yang keras, dan burung ini memiliki variasi kicauan yang sangat komplit, karena pandai menirukan suara-suara burung lainnya.

Ada salah satu ciri khas pada burung wambi ini yaitu, adanya garis putih yang melingkar di sekeliling kedua matanya layaknya seperti kita menggunakan kaca mata, paruhnya berwarna cokelat, ciri ini memang terdapat pada burung wambi jantan dan betina karena itu jika secara fisik akan sulit membedakan jantan dan betinanya.

Namun jika kita perhatikan dengan teliti akan terlihat jelas perbedaannya antara wambi jantan dan betina, diantaranya adalah:
  • Burung Wambie Jantan yang jelas akan rajin berkicau, dan memiliki variasi suara atau kicauan yang banyak dan suaranya akan keras di dengar, sedangkan yang betina hanya sieerr..sieerr...siierr yang berarti kicauan memanggil si jantan.
  • Warna bulu wambie jantan akan terlihat kecoklatan dan mengkilap, tapi wambie betina bulunya memang berwarna cokelat akan tetapi terlihat agak kusam.
  • Tubuh Wambie jantan terlihat lebih besar dan panjang serta ramping dibandingkan dengan wambie betina yang akan terlihat lebih kecil dan pendek. 
Burung Wambie atau Hwa Mei riwayatmu tidak seperti dulu entah dimana, yah mungkin di tempat asalnya masih banyak dan jangan sampai punah, karena saya sendiri termasuk penggemar dengan burung wambie ini.
Read More

Rabu, 01 Agustus 2012

Paok Sintau ( Pitta caerulea )

Burung yang berukuran sangat besar (27 cm) dan bernama latin ( Pitta caerulea ) ini memiliki ciri-ciri  . Jantan: Kepala abu-abu kekuningan dengan alis, mahkota, tengkuk, dan kerah hitam halus. Tubuh bagian atas biru, tubuh bagian bawah abu-abu kuning. Betina: tubuh bagian atas coklat kemerahan, warna biru hanya pada tunggir dan ekor. Remaja: coklat gelap, berbintik burik, dan bersisik kuning tua. Iris abu-abu gelap, paruh hitam, kaki merah jambu.

Suara burung ini saat berbiak, burung jantan bersiul perlahan meratap, dengan nada dan modulasi suara menurun. Sura yang mirip juga disiulkan oleh betina dan anak saat meninggalkan sarang.
Sedang persebaran burung ini meliputi : 

  • caerulea (Raffles, 1822): Myanmar bagian selatan (Tenasserim bagian selatan), Thailand bagian selatan, Semenanjung Malaysia dan Sumatera.
  • hosei (Baker, 1918 ): Kalimantan bagian utara, barat daya, tengah dan timur.
Kebiasaan burung ini hidup sendirian atau berpasangan, menjelajah lantai hutan yang gelap dan lembab di pinggir hutan dan hutan sekunder sampai ketinggian 1200 mdpl. Membelah siput pada landasan batu. Terbang jauh saat ada gangguan . Dan juga burung ini tercatat dalam daftar merah IUCN : Hampir terancam (NT)
Read More