Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label burung endemik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label burung endemik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2012

Petrel Galapagos ( Pterodroma phaeopygia )

http://www.hawaii.edu/behavior/306/LabAcoustics/uau.jpg

Burung berukuran sedang (43 cm) , memiliki sayap yang panjang (bentang sayap 91 cm). Tubuh bagian atas hitam keabu-abuan, sedangkan tubuh bagian bawah dan muka putih. Sayap bagian bawah putih dengan tepian sayap hitam. Kaki merah jingga berselaput hitam. Paruh hitam, kecil, dan berbentuk kait, dilengkapi lubang hidung berbentuk pipa. Ekor berbentuk baji dan berwarna putih.

 
Penyebaran dan ras
 
Endemik Kep. Galapagos. Mencari makan ke utara sejauh Amerika Tengah bagian barat dan ke selatan sampai bagian utara Amerika Latin. Petrel Galapagos juga ditemui dan merupakan burung endemik di Hawaii dengan nama subspesies: P.p. sandwichensis (Ridgway, 1884). Namun subspesies ini sedang dalam tahap diusulkan untuk menjadi spesies tersendiri.


Tempat hidup dan Kebiasaan
 
Menghabiskan sebagian besar waktunya di perairan. Pada musim berbiak, kembali ke daratan terutama di daerah pegunungan yang lembab dan berbatu dengan ketinggian antara 300-900 m. Bersarang di lubang alami yang ada di lereng tebing gunung berupa lubang bekas saluran lava, bekas erosi air, atau jalur sungai yang mengering, biasanya berada di dekat tanaman Miconia. Makanan utamanya cumi, ikan, dan udang.



Status
 
Daftar merah IUCN             : Kritis (CR)
Perdagangan internasional     : -
Perlindungan                        : -
Read More

Fiji Leher Merah ( Charmosyna amabilis )

http://www.parrots.org/images/parrotgallery/RedThroatedLorikeet/wpt0471m_medium.jpg

Burung Fiji Leher Merah atau Charmosyna amabilis, memiliki 18 cm panjang dan seluruhnya hijau, tapi untuk merah, tenggorokan pipi dan paha. Tenggorokan merah berbatasan dengan kuning. Mustard-kuning undertail dan ekor tips.High bernada berderit diucapkan sementara makan atau dalam penerbangan.


Spesies ini memenuhi syarat sebagai Lorikeet ( Sangat Terancam Punah )  karena populasi kecil yang terus menurun sebagai akibat dari predasi dari hilangnya habitat. Burung ini adalah burung endemik di Fiji dan ditemukan di pulau Viti Levu, Vanua Levu, Taveuni dan Ovalau. Populasi diperkirakan kurang dari 50 ekor.
Read More

Rabu, 24 Oktober 2012

Umukia Raja ( Tadorna Radjah )


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a8/Tadorna_radjah_-_Centenary_Lakes.jpg/320px-Tadorna_radjah_-_Centenary_Lakes.jpg 

Umukia Raja, atau Raja Shelduck ( Tadorna Radjah ) (di Australia juga dikenal sebagai Bebek Burdekin) adalah spesies Shelduck. Baik pria dan wanita dari spesies yang sebagian besar berwarna putih, dengan ujung sayap gelap dan "kerah" khas bulu gelap. Dilihat dari atas dalam penerbangan, burung memiliki pita hijau di bagian atas sayap mereka. Betina memiliki rattle keras dan laki-laki memiliki, breathy sakit-tenggorokan peluit. Diet terutama terdiri dari moluska, serangga, bahan alang dan ganggang.


Spesies ini mendiami hutan bakau dan pantai New Guinea dan Australia. Di Australia, kisaran utamanya adalah pantai tropis utara Australia, Queensland dari pusat melalui Northern Territory (termasuk Taman Nasional Kakadu) ke Kimberley di Australia Barat. Spesies ini lebih suka air payau mangrove dan rawa flat pohon paperbark, namun akan mengunjungi rawa air tawar, laguna, dan billabongs lebih jauh ke pedalaman selama musim hujan.

The Shelduck Raja terdaftar sebagai burung yang dilindungi di semua negara bagian Australia dan hukuman ada untuk merugikan atau mengganggu mereka. Populasi diperkirakan 35.000 - 1.100.000 burung .
Read More

Jumat, 28 September 2012

Betet-kelapa filipina ( Tanygnathus lucionensis )



Betet-kelapa filipina ( Tanygnathus lucionensis ), juga diketahui sebagai Nuri-hijau Mahkota-biru, Nuri luzon, Nuri-hijau filipina, dan bahasa lokalnya adalah Pikoy, adalah nuri yang ditemukan di seluruh Filipina termasuk Pulau Talaud dan pulau-pulau di timur dan utara Borneo (dengan populasi yang terintroduksi di pulau Kalimantan itu sendiri, misalnya Kota Kinabalu ).
Read More

Kamis, 27 September 2012

Betet Kelapa - Punggung Biru ( Tanygnathus sumatranus )


Betet Kelapa - Punggung Biru ( Tanygnathus sumatranus ) juga diketahui Nuri Müller, atau Nuri Bokong-biru. Nuri ini endemik di Filipina, Sulawesidan pulau-pulau didekatnya di Indonesia. Ia bertempat tinggal di hutan dan dekat habitat (termasuk wilayah budidaya) hingga pada ketinggian 800 m. Kawanan mereka kecil dan sering aktif pada malam hari. Ia diketahui makan tanaman, termasuk jagung.
Read More

Jumat, 14 September 2012

Ibis Karau ( Pseudibis davisoni


Suatu hari di tengah rimba belantara Kalimantan Timur, di tepian Sungai Mahakam yang berwarna coklat, ada bebauan hutan yang menemani ritual minum kopi di sore hari. Teropong itu masih basah oleh keringat, tergolek molek di samping, tidak lagi menggelayut manja di leher dan bersandar di dada yang sekarang terbuka tak lagi berbaju.


Bayangan hitam besar itu muncul entah dari mana, menjejak bumi tanpa suara di tekukan sungai seberang. Teropong itu sekarang sudah melekat kencang di mata, entah bagaimana nasib cangkir kopi yang masih penuh tadi. Mahluk hitam tadi, burung, Ibis karau, Pseudibis davisoni, Ibis paling langka di dunia. Dia lelaki yang beruntung.

Halaaah, itu pembukaan kok ndak saya banget yak?! Saya itu sedang berusaha menggambarkan suasana indah yang muncul karena berjumpa mahluk super langka. Lha kok suasananya? bukan mahluknya yang diindah-indahkan. Itulah soalnya, mahluk yang bernama Ibis karau ini buat banyak orang ndak indah dipandang mata, ndak bisa bikin jatuh cinta pada pandangan pertama seperti kalau melihat merak yang sedang ngibing dahsyat dipacu birahi itu. 


Coba saja lihat morfologinya, paruhnya panjang bengkok ke bawah, kepalanya yang kecil itu  "gundul" tapi ya kegundulannya itu tak mencegahnya untuk tetap mengenakan bando berwarna terang. Tubuhnya? seperti tak seimbang dan kaki-kakinya  kurang jenjang. Tubuh didominasi warna gelap dengan seleret putih pada bagian bahunya yang lantas dijadikan nama burung ini dalam Bahasa Inggris, White-shouldered Ibis. Tengok juga gaya berjalannya, halah ... sudahlah.

Ketidak indahan itu mungkin menjadi salah satu sebab kenapa dia tak terperhatikan, tidak sebagaimana elang yang gagah atau cendrawasih yang molek. Walaupun Ibis karau saat ini menyandang status keterancaman tertinggi, Kritis (Critically Endangered), tak banyak yang perduli atau bahkan kenal dengannya. 



Dahulunya burung ini terdapat di Cina bagian selatan, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia dan Indonesia (Kalimantan). Bebas berkeliaran di hutan-hutan dan di rawa-rawa Saat ini dia hanya bisa dijumpai di Vietnam bagian selatan, Laos bagian selatan, di utara Kamboja dan di Indonesia di Kalimantan Timur, Tengah dan Selatan. Jumlah yang tersisa juga tidak lagi banyak.

Kenapa pula dia lantas menghilang? Ada beberapa hal yang dituding jadi penyebabnya, dan biangnya ya manusia lagi. Hutan dan rawa yang jadi rumah sang Ibis diutak-atik sak enak udel. Hutannya dibabati dan rawanya dikeringkan, mungkin mikirnya kalau semua hutan dan rawa itu ya punya'nya sendiri, mahluk lain cuma ngontrak, akibatnya banyak korban termasuk si Ibis ini. Sang Ibis lantas mencoba bertahan dengan mengikuti perubahan jaman, mereka mulai sering terlihat di lahan-lahan persawahan manusia yang dulunya rawa rumah mereka. 


Tapi ya ndak aman juga, mereka diuber-uber, diganggu, dan dibunuh (katanya dagingnya layak santap). Padahal kalau dia dibiarkan saja di sawah ya juga bisa bantu-bantu mengurangi hama dan gulma lho. Makanannya Ibis ini serangga dan biji-bijian rumput. Mungkin karena ada yang ndak nyambung, sawahnya lantas disemproti racun pembunuh serangga, habis jugalah makanan Ibis di sawah.



Rupa tidak indah, tubuh tak simetris, jalannya tidak anggun, klayaban di tempat-tempat becek, holoh holoh, kok ya ndak ada indah-indahnya sih? Tambahan lagi, burung ini tak muncul dalam hikayat tua, tak sebagaimana saudara jauhnya Sacred Ibis dari Mesir yang lantas diidentikan dengan dewa agung bangsa Mesir kuno, Toth. Mitologi kuno menceritakan bagaimana Toth merubah 360 hari dalam setahun menjadi 365 hari setelah dia menang berjudi dengan bulan dan mendapatkan 5 hari tambahan dalam setahun. Lantas, apakah Ibis karau juga harus berjudi dengan manusia untuk mendapatkan kesempatan agar bisa tetap hadir di bumi. 


Tak usahlah rasanya dia dipaksa harus berjudi untuk hidupnya dan tak usah jugalah dia lantas dipaksa menjadi cantik agar dapat sekedar lirikan. Jika kita belum kikir perhatian tengoklah kembali Ibis yang satu ini, mungkin kita saja yang belum bisa menangkap keindahannya itu.
Read More

Rabu, 12 September 2012

Mandar Gendang ( Habroptila wallacii )


Burung mandar gendang berukuran panjang antara 33-40 cm. Burung jantan dan betina mempunyai bulu yang serupa yakni abu-abu gelap dengan sayap dan ekor berwarna coklat gelap. Bagian kulit yang tidak berbulu berwarna merah. Sedangkan kulit pada kaki berwarna oranye kemerahan.


Masih sedikit yang diketahui tentang perilaku hidup burung endemik Halmahera ini. Makanan mandar gendang umumnya adalah pucuk tanaman, serangga, dan sagu dari batang sagu yang terbuka. Suara kicauan burung ini seperti bunyi gendang dengan diselingi jeritan keras.
Habitat, Penyebaran, Populasi, dan Konservasi. Sebagai hewan endemik Halmahera, burung mandar gendang hanya bisa dijumpai di pulau Halmahera, Maluku Utara. Habitatnya adalah di daerah lahan basah, semak belukar disekitar rawa, dan lahan gambut dengan ketinggian hingga 700 meter dpl.
Populasi mandar gendang  tidak diketahui pasti. BirdLife Internasional memperkirakan populasinya berkisar antara 2.500 – 9.999 ekor burung dewasa (2000) dengan tren populasi yang terus mengalami penurunan. Penurunan populasi ini diakibatkan oleh hilangnya habitat, deforestasi, dan aktifitas pemanenan sagu secara komersial oleh penduduk.
Karena tingkat populasi, daerah sebaran, dan ancaman yang ada, IUCN Redlistmemasukkan burung mandar gendang  dalam status konservasi vulnerable sejak tahun 1994. Yang patut disayangkan, meskipun termasuk salah satu burung langka, ternyata burung endemik Si Penabuh Gendang ini belum termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia.
Read More

Jumat, 17 Agustus 2012

Nuri Talaud ( Eos histrio )


Nuri Talaud ( Eos histrio ) adalah nuri arboreal endemik di Indonesia. Mereka tergolong terancam punah, disebabkan mereka diburu untuk perdagangan hewan peliharaan dan disebabkan juga kehilangan habitat dan perusakan habitat. Nuri Talaud sekarang hanya terbatas di sekitar Pulau Talaud, Sulawesi Utara. Dan lebih dari itu juga, mereka menghilang selama abad ke-20 dari Sangihe, Siau, dan Tagulandang. Populasi mereka diperkirakan 5-10.000 ekor. Jadinya, spesies mereka cepat menurun.
Read More

Kamis, 16 Agustus 2012

Merpati Hutan - Metalik ( Columba vitiensis )

Metallic Pigeon (Columba vitiensis)

Merpati-hutan Metalik adalah spesies burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur. 
Merpati-hutan Metalik berukuran sedang, dengan panjang sekitar 37cm, dalam keluarga Columbidae. Burung jantan mempunyai kepala bewarna ungu dan hijau berkilau, sayap hitam dan hujung ekor tegak, iris mata merah, paruh kuning, dan kaki keunguan. 

Ia mempunyai bulu dada perang pudar atau hijau keunguan bergantung subspesies. C. v. vitiensis dari Fiji mempunyai dada pudar, sementara subspesies C. v. halmaheira dari kepulauan Maluku mempunyai jambul kerkilat. Jantan betina serupa. Yang muda pudar berbanding yang matang.
Read More

Rabu, 15 Agustus 2012

Merpati Hutan - Perak ( Columba argentina )


Berukuran besar (40 cm), berwarna abu-abu pucat. Sayapnya berwarna hitam, ekor dan tubuh bagian bawah keabuan. Perbedaannya dengan Pergam laut: tubuh bagian atas abu-abu (bukan putih), warna hitam pada separuh ekor, dan lingkaran mata merah. Iris coklat, keliling mata yang gundul merah, paruh hijau-pucat dengan pangkal merah, kaki merah 

Kep. Simeulue, Mentawai (P.Sipura, Pagai utara),Kep.Riau (Karimun Besar, Batam, Bintan dan Kepulauan Lingga/Saya), Kep. Anambas, Natuna utara dan Kep. Karimata di ujung barat Kalimantan. Juga pernah tercatat di P. Burong (Malaysia), akan tapi, sekarang di pulau itu sudah punah .


Merpati hutan perak mirip dengan Pergam laut, akan tetapi ada perbedaan antara merpati hutan perak dan pergam laut, yaitu pergam laut tidak mempunyai lingkaran merah pada mata, dan warna yang lebih putih.
Mendiami pulau-pulau kecil, tetapi jarang ditemukan karena adanya penebangan hutan. Kadang-kadang berbaur dengan Pergam laut.
Read More

Selasa, 14 Agustus 2012

Kipasan Ekor-Merah ( Rhipidura phoenicura )



Kipasan Ekor-merah ( Rhipidura phoenicura ) adalah spesies burung dari keluarga Rhipiduridae. Burung ini adalah hewan endemik dari Indonesia. Habitat burung Kipasan Ekor-merah adalah wilayah montane dengan iklim subtropis atau tropis.
Read More

Senin, 13 Agustus 2012

Cucak Timor ( Philemon buceroides )

Cucak Timor ( Philemon buceroides ) adalah burung dalam keluarga Meliphagidae. Burung ini juga dikenal sebagai koak kao di daerah Nusa Tenggara Barat ( NTB ). 
Burung ini pada habitatnya ditemukan di Australia dan Indonesia. Habitat asli burung ini adalah daerah kering hutan subtropis hingga tropis, hutan lembap dataran rendah, dan daerah hutan bakau. Salah satu daerah konservasi cucak Timor ini adalah di taman buru Pulau Moyo, NTB.
Umumnya burung ini memakan buah-buahan dan biji-bijian, namun selain itu kadang-kadang burung ini juga memangsa serangga, ikan kecil, dan katak. Burung ini menjadi maskot Kota Mataram sehingga dalam lambangnya terdapat gambar cucak Timor.
Read More

Minggu, 12 Agustus 2012

Gosong Sula ( Megapodius bernsteinii )




Gosong Sula ( Megapodius bernsteinii ) adalah spesies burung dari keluarga Megapodiidae. Burung ini hanya dapat ditemukan di Indonesia, dengan habitat pada hutan subtropikal atau hutan tropis, hutan dataran rendah subtropis atau tropis, hutan mangrove subtropis atau tropis, dan dataran dengan tumbuhan perdu beriklim subtropis atau tropis. Gosong Sula dalam keadaan terancam akibat kehilangan habitat asli.
Read More

Sabtu, 11 Agustus 2012

Gelatik Timor ( Padda fuscata )


Gelatik Timor ( Padda fuscata ) adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang lebih kurang 12-14 cm, dari suku Estrildidae. Burung gelatik Timor memiliki kepala hitam, pipi putih dan paruh abu-abu, dengan tubuh memiliki nuansa warna coklat tua dan bulu perut putih. Ukurannya relatif kecil dibandingkan kerabat dekatnya, gelatik jawa.

Perilakunya mirip dengan gelatik jawa namun tersebar di bagian ujung timur Nusa Tenggara. Menyukai daerah terbuka dengan banyak rerumputan dan dekat aliran air. Berkawanan 30-50 ekor walau kadang-kadang dijumpai rombongan sampai ratusan atau ribuan. Suara mencicitnya mirip dengan gelatik jawa pula, cip-cip-cip- ... berulang-ulang. Jenis ini terancam karena berkurangnya ruang hidup dan meningkatnya penangkapan. 


Burung ini endemik dari Indonesia dan di alam ditemukan di hutan padang rumput, sawah dan lahan budidaya di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Sekarang, spesies ini dikenali di banyak negara di seluruh dunia sebagai burung hias.
Read More

Rabu, 08 Agustus 2012

Burung - Kucing Tutul ( Ailuroedus melanotis )


Burung-kucing Tutul ( Ailuroedus melanotis ) yang juga diketahui sebagai Burung-kucing Telinga-hitam, adalah spesies namdur atau burung kucingyang dapat ditemui di utara Queensland, Australia, pulau-pulau dekat Guinea Baru, seperti Kepulauan Misool, Papua, dan Kepulauan Aru.

Read More

Jumat, 03 Agustus 2012

Sikatan Aceh ( cyornis ruckii )

Berukuran agak besar (17 cm), berwarna biru. Jantan: kepala, tenggorokan, dan dada biru; tunggir dan penutup ekor atas biru berkilap. Perbedaannya dengan Sikatan biru yang masih muda: warna lebih gelap, tungging biru berkilat, paruh lebih besar. Betina:tubuh bagian atas coklat-merah bata, tunggir dan ekor merah bata, dada merah karat menjadi keputih-putihan pada perut.


Perbedaannya dengan Sikatan biru-muda betina: dada merah karat.Remaja: tubuh bagian atas coklat berbintik kuning tua, tubuh bagian bawah bersisik hitam menjadi keputih-putihan pada perut tengah. Dahi, lingkar mata, tenggorokan, dandadanya merah bata. Iris coklat, paruh dan kaki hitam. Habitat burung ini adalah hutan sekunder dataran rendah.
Read More

Kamis, 02 Agustus 2012

Paok Pancawarna ( Pitta guajana )


Burung berukuran sedang (22cm) dan bernama latin ( Pitta guajana ) ini memiliki tubuh berwarna keemasan bergaris-garis. Kepala hitam dengan alis lebar kuning mencolok yang khas. Punggung dan sayap coklat dengan garis sayap putih, ekor biru, dan dagu putih. Burung betina berwarna lebih suram dan lebih merah.Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Suara burung ini agak keras “pa-oh” suara tinggi “pieuw” atau suara lembut “parrrr”.

Persebaran sub ras guajana (Statius Muller, 1776): Jawa dan Bali. Dada dan sisi lambung bergaris-garis hitam dan kuning. Tidak terdapat bercak biru pada dada bawah. Habitat burung ini adalah menyukai hutan primer dan hutan sekunder tertutup sampai ketinggian 1500mdpl., berlompatan cepat di sepanjang lantai hutan atau batang pohon mati. 



Kadang-kadang ditemukan pada semak rendah, bersarang di pohon salak,kopi, atau rotan. Lebih sering terdengar suaranya daripada terlihat. Pada malam hari tidur di vegetasi rendah, hanya setinggi 1-3 meter di atas tanah. Burung ini juga tercatat dalam daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Read More

Rabu, 01 Agustus 2012

Paok Sintau ( Pitta caerulea )

Burung yang berukuran sangat besar (27 cm) dan bernama latin ( Pitta caerulea ) ini memiliki ciri-ciri  . Jantan: Kepala abu-abu kekuningan dengan alis, mahkota, tengkuk, dan kerah hitam halus. Tubuh bagian atas biru, tubuh bagian bawah abu-abu kuning. Betina: tubuh bagian atas coklat kemerahan, warna biru hanya pada tunggir dan ekor. Remaja: coklat gelap, berbintik burik, dan bersisik kuning tua. Iris abu-abu gelap, paruh hitam, kaki merah jambu.

Suara burung ini saat berbiak, burung jantan bersiul perlahan meratap, dengan nada dan modulasi suara menurun. Sura yang mirip juga disiulkan oleh betina dan anak saat meninggalkan sarang.
Sedang persebaran burung ini meliputi : 

  • caerulea (Raffles, 1822): Myanmar bagian selatan (Tenasserim bagian selatan), Thailand bagian selatan, Semenanjung Malaysia dan Sumatera.
  • hosei (Baker, 1918 ): Kalimantan bagian utara, barat daya, tengah dan timur.
Kebiasaan burung ini hidup sendirian atau berpasangan, menjelajah lantai hutan yang gelap dan lembab di pinggir hutan dan hutan sekunder sampai ketinggian 1200 mdpl. Membelah siput pada landasan batu. Terbang jauh saat ada gangguan . Dan juga burung ini tercatat dalam daftar merah IUCN : Hampir terancam (NT)
Read More

Selasa, 31 Juli 2012

Paok Kepala-Biru ( Pitta baudii )


Burung bertubuh kecil (17cm) dan bernama latin ( Pitta baudii ) ini secara sepintas tampak warna punggung merah-sawo matang dan ada garis putih mencolok pada sayap yang hitam. Jantan: punggung merah padam, mahkota dan ekor biru terang, dada atas dan garis mata hitam (kontras dengan tenggorokan yang putih), dada bawah dan perut biru ungu gelap (yang sering terlihat hitam). Betina: berwarna lebih suram, tubuh bagian atas merah-sawo matang, ekor biru, tubuh bagian bawah coklat pucat, tenggorokan abu-abu pucat. Iris abu-abu, paruh hitam dan kaki berwarna putih gading.

Siulan lembut menurun: “porr-y-or” atau “porr-or”.

Burung endemik Kalimantan atau hanya dapat ditemukan hidup di Pulau Kalimantan ini tercatat di dalam daftar merah IUCN : Rentan (VU) & Perlindungan: UU  No. 5/1990, PP  No. 7/1999
Read More

Senin, 30 Juli 2012

Paok Kalung-Biru ( Pitta Arquata )


Burung bertubuh kecil (17cm) dan bernama latin ( Pitta Arquata ) ini memiliki kepala coklat kemerah-merahan dengan strip mata biru gemerlap sempit. Tubuh bagian atas hijau kebiruan suram. Tubuh bagian bawah merah terang, dengan pita bersinar melintasi dada berupa bulu runcing berwarna biru. Remaja: coklat dan berbintik-bintik.Iris abu-abu, paruh hitam kemerahan dan kaki abu-abu coklat seperti batu.


Burung jenis ini endemik kalimantan atau hanya dapat ditemukan di Pulau kalimantan
Meskipun ada catatan perjumpaan di hutan dataran rendah, namun lebih sering dijumpai di hutan primer perbukitan pada rentang ketinggian antara 700 – 1600 mdpl. BVurung ini tercatat dalam daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Read More