Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Burung Kritis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Kritis. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

‘Akohekohe ( Palmeria dolei )


‘Akohekohe ( Palmeria dolei ) adalah spesies burung finch yang masuk dalam famili Fringillidae. Spesies ini adalah spesies yang endemik terhadap Hawaii. Habitat spesies ini adalah montane tropis atau subtropis. Spesies ini kini mendapat status kritis akibat dari kehilangan habitatnya.



Burung indah dengan warna yang burik-burik ini, serta dengan jambulnya yang lucu juga merupakan burung yang terhitung sudah jarang ditemui, Nah kawan,...Mari kita jaga ekosistem kita dengan tidak memburu binatang-binatang liar terutama burung, karena rugi kan kalau nanti-nanti kita tidak bisa menikmati alam kita yang indah ini,...
Read More

Sabtu, 18 Agustus 2012

Paruh-sabit Kurikuri ( Epimachus fastuosus )

Paruh-sabit Kurikuri ( Epimachus fastuosus ) adalah sejenis burung cendrawasih yang berukuran besar dari genus Epimachus. Burung ini memiliki paruh hitam melengkung seperti sabit dan berekor panjang. 

Burung jantan dewasa merupakan salah satu burung terbesar di antara burung cendrawasih. Jantan berukuran sekitar 110cm yang termasuk bulu ekor hiasan berwarna biru ungu dengan ujung runcing dan sangat panjang. Bulu bagian atas berwarna hitam keunguan, kepala dan punggung berwarna biru hijau, tubuh bagian bawah berwarna hitam, coklat, dan ungu di sekitar dagu dan leher, iris mata merah, kaki hitam keabuan dan bagian dalam mulut berwarna kuning terang. 

Pada sisi dadanya terdapat bulu hiasan seperti kipas berwarna merah, coklat dan hitam dengan ujung warna pelangi. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dan memiliki bulu coklat kemerahan, bagian bawah tubuh hitam dengan totol putih di bagian belakang, iris mata coklat dan tidak punya bulu-bulu kipas hiasan.
Daerah sebaran Paruh-sabit Kurikuri terdapat di hutan-hutan pegunungan pulau Irian. Seperti kebanyakan burung-burung cendrawasih, Paruh-sabit Kurikuri adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya disertai dengan nyanyian. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Paruh-sabit Kurikuri terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Paruh-sabit Kurikuri dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.
Read More

Jumat, 20 Juli 2012

Kuau-kerdil Kalimantan ( Polyplectron schleiermacheri )


Kuau-kerdil Kalimantan ( Polyplectron schleiermacheri ) adalah jenis kuau-kerdil berukuran sedang yang berhabitat di hutan hujan dataran rendah Pulau Kalimantan. Kuau ini adalah jenis kuau merak yang paling langka dan sudah jarang ditemui. Cirinya adalah ukuran tubuhnya yang maksimal dapat tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik pada tubuhnya. Kuau merak Kalimantan masih berkerabat dengan kuau-kerdil Malaya dan kuau-kerdil Palawan. Beberapa ilmuwan menganggap jenis ini merupakan subspesies dari kuau-kerdil Malaya.

Read More

Kehicap Boano ( Monarcha boanensis )


Burung Kehicap Boano ( Monarcha boanensis ) bagai terabai dan tak dipedulikan keberadaannya. Tidak banyak yang mengenal nama burung kehicap boano ini. Bahkan nama boano yang diambil dari nama pulau Buano, tempat burung tersebut tak banyak yang mengenal. Ketika saya coba mengetikkan kata kunci ‘kehicap boano’ di mesin pencari, ternyata koleksi google tak lebih dari 2.000 artikel. 

Burung kehicap boano ini merupakan salah satu burung paling langka di Indonesia. Populasi burung endemik pulau Buano (sebuah pulau kecil di Maluku) ini, diperkirakan tidak lebih dari 200 ekor saja. Wajar jika kemudianIUCN Red List memasukkannya sebagai spesies Critically Endangered sejak tahun 2000 silam. Namun anehnya burung ini terabai dan tidak masuk dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia
.

Burung kehicap boano dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Black-chinned Monarch, mungkin lantaran mempunyai ciri khas dagu yang berwarna hitam. Sedangkan nama ilmiah burung ini adalah Monarcha boanensisyang mempunyai sinonim Symposiachrus boanensis.
Read More

Kamis, 19 Juli 2012

Kasuari Gelambir-Ganda ( Casuarius casuarius )

Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya ( Casuarius casuarius ) adalah salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan ketinggian mencapai 170cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Kulit lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna merah pada lehernya. Di atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan. Burung betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan lebih dominan.

Burung Kasuari mempunyai kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah jari pada masing-masing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat berbahaya karena diperlengkapi dengan cakar yang sangat tajam. Seperti umumnya spesies burung-burung yang berukuran besar, burung Kasuari Gelambir-ganda tidak dapat terbang.



Burung Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan. 
Populasi Kasuari Gelambir-ganda tersebar di hutan dataran rendah di Australia, pulau Irian dan pulau Seram di provinsi Maluku. 


Spesies ini merupakan satu-satunya burung di marga Casuarius yang terdapat di benua Australia. Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda terdiri dari aneka buah-buahan yang terjatuh di dasar hutan. Penangkapan liar dan hilangnya habitat hutan mengancam keberadaan spesies ini. Kasuari Gelambir-ganda dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List.
Read More

Minggu, 03 Juni 2012

Ekek Layongan ( Cissa chinensis )

Ekek Layongan (Cissa chinensis) adalah salah satu bagian dari keluarga gagak, tapi kira-kira kurang lebih agak kecil sedikit dibandingkan dengan Ongklet Eurasia.Persebaran mereka di Cina,Malaysia, dan Sumatera.Makanannya, katak, kadal, dan ular.

Ukurannya sedang, warna bulu hijau dengan paruh dan kaki merah. Wajah mereka bermasker hitam. Ekor berwarna putih.Ekor mereka putih dan panjang.
Read More

Selasa, 24 April 2012

Burung Ibis


Nipponia nippon (bahasa Inggris: Asian Crested Ibis; bahasa Jepang: toki, トキ; ditulis dalam kanji sebagai 朱鷺, 鴇, 鵇, atau 鴾) adalah satu-satunya spesies burung dari genus Nipponia keluarga Threskiornithidae (ibis). Burung ini telah punah dari sebagian besar habitat aslinya. Hingga abad ke-19, burung ini dapat ditemukan di berbagai tempat di Asia Timur, namun populasinya menyusut drastis pada awal abad ke-20. Kini sekitar 500 ekor hidup di alam bebas di Shaanxi, Republik Rakyat Cina. Antara tahun 2008 hingga 2009, beberapa ekor terbang ke Jepang sebagai burung migran, dan ditangkap untuk dibiakkan. Sejumlah 30 ekor sudah dilepas kembali ke alam bebas di Jepang. Populasi dalam program konservasi (data September 2009): RRC: sekitar 600 ekor, Jepang: 112 ekor, Korea Selatan: 2 ekor.
Nama binomial Nipponia nippon menjadikan burung ini sering dipakai sebagai simbol Jepang. Meskipun demikian, Nipponia nippon bukan burung nasionalJepang (Phasianus versicolor adalah burung nasional Jepang).

Burung berukuran besar, panjang tubuh sekitar 76 cm, lebar sayap terentang sekitar 130 cm. Ciri khasnya adalah kulit bagian muka berwarna merah terang, tidak ditumbuhi bulu. Bagian belakang kepala memiliki jambul berupa bulu putih panjang dan lebat. Seperti halnya burung keluarga ibis, Nipponnia nipponmemiliki paruh panjang bengkok berwarna hitam (ujung merah). Bulu berwarna putih menutupi seluruh badan. Dari musim semi hingga musim panas sepanjang musim kawin, dari bagian leher keluar cairan sekresi berwarna hitam; bulu sekitar kepala hingga punggung terlumuri cairan sekresi hingga berwarna abu-abu. Warna abu-abu menjadi semakin pekat setelah burung ini mandi di air. 




Setelah mandi, hampir seluruh tubuh berwarna kehitaman. Sisi bawah sayap berwarna merah muda. Sama halnya dengan kepala, kaki berwarna merah terang. Iris berwarna oranye. Anak burung berwarna hitam abu-abu pada seluruh badan, kecuali bagian kepala memiliki bulu berwarna kuning. Pakan berupa katak, kepiting, ikan kecil, dan hewan kecil.
Jantan hampir tidak berbeda dengan betina dalam penampakan. Jantan sedikit lebih besar, berat antara 1.800 hingga 2.000 gram; betina antara 1.450 hingga 1.600 gram. Jantan lebih banyak makan dari betina, dan kemungkinan bersifat agresif. Betina makan lebih sedikit, tenang, takut terhadap manusia. Jantan memiliki bagian kepala berwarna merah yang sedikit lebih besar dari betina. Panjang paruh jantan sekitar 18 cm (betina sekitar 16 cm); paruh jantan lebih tebal daripada paruh betina.
Read More

Sabtu, 24 Maret 2012

Puyuh


Puyuh adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru (famili Odontophoridae) dan puyuh kancing (famili Turnicidae) tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip.



Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan mampu terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya.


Keluarga burung puyuh termasuk jenis burung yang sering dimakan. Burung puyuh sering dimasak ala Prancis. Daging burung puyuh juga biasa ditemukan pada masakan Malta, Portugis, dan India. Burung puyuh umumnya dimakan bersama dengan tulangnya karena mudah dikunyah dan karena ukurannya yang kecil sangat menyulitkan untuk mengeliminasi tulang dari dagingnya.
Telur burung puyuh juga merupakan makanan yang lezat. Seringkali mereka dimakan mentah bersama sushi dan umum ditemukan pada menu makan siang Jepang. Di Kolombia, telur burung puyuh rebus digunakan untuk pelengkap hot dog dan hamburger. Di Filipina, telur burung puyuh yang direbus dan dicelup dengan saus lalu digoreng dengan banyak minyak adalah jajanan lokal yang populer.
Telur burung puyuh dipercaya memiliki kolesterol yang tinggi, namun penelitian menunjukkan bahwa kandungan kolesterol yang terdapat pada telur burung puyuh adalah sama dengan telur ayam.
Read More