Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Burung Cantik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Cantik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Oktober 2012

Burung Cici merah


Cici merah adalah nama sejenis burung pengicau yang bertubuh kecil mungil. Sisi atas tubuh kecoklatan bergaris-garis atau bercoret kehitaman, sisi bawah tubuh kuning tua. Pada musim berbiak, burung jantan memiliki bulu-bulu kuning emas terang pada mahkota, tenggorokan dan dadanya. Karenanya, dalam bahasa Inggris dinamai sebagai Golden-headed Cisticola, Bright-headed Cisticola, atau Bright-capped Cisticola.


Pemerian

Berukuran kecil, panjang tubuh dari ujung paruh hingga ujung ekor sekitar 11 cm. Mahkota pada jantan yang tidak berbiak dan burung betina bergaris hitam banyak. Ekor coklat gelap dengan ujung kuning tua.
Iris mata berwarna coklat, paruh hitam di sebelah atas dan jambon di sebelah bawah, kaki coklat muda.
Jenis-jenis Cisticola agak sukar dibedakan satu dengan yang lain, kecuali dari suara khasnya. Di tangan, perbedaannya dengan Cici padi adalah: alis Cici merah berwarna kuning tua, serupa dengan sisi leher dan tengkuk.

Penyebaran

Burung ini menyebar mulai dari India, Tiongkok, Filipina, Asia Tenggara (kecuali Semenanjung Malaya), Kepulauan Nusantara hingga ke Kepulauan Bismarck, Australia dan Tasmania.
Di Indonesia menyebar di Sunda Besar (Sumatra, Kalimantan, Jawa), Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Di Jawa dan Bali umum sampai ketinggian 1.500 m dpl. Di Papua, di dataran rendah dan lembah-lembah pegunungan sampai 1.400 m dpl.

Kebiasaan


Menghuni padang rumput, alang-alang dan persawahan. Mencari aneka serangga dan ulat sebagai makanannya di antara rerumputan tinggi dan tersembunyi. Sesekali burung jantan keluar dan bertengger sambil berbunyi-bunyi di atas batang rumput yang tinggi, semak atau pagar.

Jantan berbiak mengeluarkan suara mengais beezzt, seperti dengingan serangga, diikuti bunyi pluk keras. Juga suara mencaci-maki yang keras dan tinggi (MacKinnon, 1993).
Cici merah dikenal sebagai burung penjahit yang paling pandai. Sarangnya terbuat dari rumput-rumput dan serat tumbuhan lainnya, yang dijahit di bagian luarnya dengan jaring laba-laba yang dicurinya. Berbentuk bola memanjang yang berongga di dalamnya, sarang dilekatkan pada batang rumput.
Di Jawa tercatat bersarang sekitar bulan Mei. Bertelur 3-4 butir, biru pucat terkadang berbintik merah.
Read More

Jumat, 19 Oktober 2012

Cinenen kelabu ( Orthomus ruficeps )


Cinenen kelabu (Orthomus ruficeps) adalah jenis burung pengicau dengan panjang tubuh 10-12 cm. Burung ini, terutama dalam perdagangan, dikenal juga dengan nama prenjak. Namanya dalam bahasa Inggris ialah Ashy tailorbird.


Ciri morfologis

Burung ini mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur, memiliki bulu dasar coklat kemerahan. Bagian bawah badan ditutupi bulu berwarna abu-abu kecoklatan memutih pada bagian bawah. Kaki langsing dan rapuh berwarna merah. Ekor tersusun bertingkat dan terangkat setiap kali beraktivitas.
Burung ini banyak ditemui di daerah perkebunan dan hutan tropis.


Pakan

Merupakan burung pemakan serangga kecil. Dalam penangkaran biasanya diberikan pakan alami berupa jangkrik, kroto, dan pelet.

Seksing

Perbedaan jantan dan betina terlihat dari ukuran badan dan warna. Burung jantan lebih agresif berkicau, berukuran lebih besar, dan memiliki semburat merah di kepala.
Read More

Selasa, 16 Oktober 2012

Parkeet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLWrON1qSwRW102yCmpv5LrDRRKI2t9LzbJRs7DraIHNmf-U9oFccgJto-74p1mV-NMr6by6JFEtYtKyjmJX2X8X1gYbGMQO_7s6qTpWnIac29TvUV-h_zBCDEO9u2u5uSG4_GctOkLMM/s1600/2479397690_af414d8794.jpg

Parkit hidup berkoloni dan di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Saat musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.


Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.

Kandang yang dibutuhkan tidak begitu besar , Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Namun karena sifat burung parkit yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar.

Misalnya dengan di samping kandang kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni burung parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas di kandang – kandang tersebut. Dan ini akan membuat kita nyaman dan senang ketika melihatnya beterbangan di kandang yang lebih luas .
Read More

Senin, 15 Oktober 2012

Burung Rallidae ( Porphyrio martinica )


Rallidae, atau burung rail adalah keluarga burung berukuran kecil hingga menengah yang memiliki jumlah anggota yang besar. Famili ini menunjukkan tingkat diversitas yang cukup tinggi, dan jenis burung yang berada dalam famili ini meliputi crake, coot, dan gallinule. Banyak spesies yang akrab dengan tanah basah, meski banyak dari famili ini dtemukan di habitat daratan kecuali padang tandus, wilayah kutub, dan area alpine di atas wilayah bersalju.


Keluarga burung ini muncul di setiap benua kecuali Antartika. Terdapat banyak spesies kepulauan dari famili ini. Habitat yang umum adalah rawa atau hutan lebat. Rail umumnya berkembang biak di daerah bervegetasi padat.

Ekologi

Ciri yang paling umum dari burung jenis ini adalah mereka menempati daerah bervegetasi padat di wilayah yang lembab seperti daerah dekat sungai, rawa, atau danau. Area rumput air merupakan habitat favoritnya. Secara umum mereka adalah hewan pemalu dan sering bersembunyi sehingga sulit untuk diobservasi.
Kebanyakan spesies bergerak dan berlari dengan cepat di atas kakinya yang kuat. Dan mereka memiliki jari kaki yang panjang yang beradaptasi dengan baik pada permukaan yang lunak dan tidak rata. Mereka memiliki sayap yang pendek dan membulat, dan mereka adalah penerbang yang buruk. Mereka tidak mampu mencapai jarak penerbangan yang cukup jauh.

Spesies kepulauan telah menjadi tidak mampu untuk terbang. Dan banyak dari mereka telah punah karena introduksi predator daratan seperti kucing, tikus, dan babi.
Secara umum, rallidae adalah omnivora. Banyak spesies yang memakan invertebrata, dan juga buah-buahan dan biji-bijian. Hanya sedikit spesies yang bersifat herbivora.

Perilaku berkembang biak dari famili ini sulit diketahui, termasuk apakah mereka monogami, poligami, atau poliandri. Kebanyakan dari spesies ini bertelur antara lima hingga sepuluh, namun ada juga yang bertelur hanya satu ataupun lima belas. Dan telur dalam satu sarang tidak selalu menetas dalam waktu yang bersamaan. Spesies muda dapat dengan mudah bergerak segera setelah menetas. Mereka akan terus bergantung pada induk mereka hingga sekitar satu bulan lamanya.

Du dunia lama, spesies berparuh panjang umum disebut rail, sedangkan spesies berparuh pendek umum disebut crake. Spesies Amerika Utara umumnya disebut rail mesil tidak memiliki panjang paruh yang cukup untuk disebut rail. Rail terkecil adalah Rail Swinhoe, 13 cm dengan massa 25 gram.

Spesies yang lebih besar terkadang diberi nama lain. Coot Hitam lebih adaptif di perairan terbuka dari pada saudara mereka, dan spesies yang lebih besar lainnya disebut gallinule dan swamphen. Yang terbesar di group ini adalah Takahe, memiliki panjang 65 cm dengan massa 2,7 kg.

Rail banyak menderita akibat perubahan lingkungan yang disebabkan manusia. Diperkirakan beberapa ratus spesies rail kepulauan telah punah karena hal ini. Sisanya berstatus terancam dan organisasi konservasi dan pemerintahan terus berupaya untuk mencegah kepunahan mereka.

Karakteristik Fisik


Rail adalah famili yang cenderung bervariasi, berukuran kecil hingga menengah. Ukuran mereka bervariasi dari 12 cm hingga 63 cm, dan bermassa dari 20 gram hingga 3 kg. Beberapa spesies memiliki leher yang panjang. Bentuk paruh mereka cukup bervariasi, di beberapa spesies ukurannya dapat melebihi panjang kepalanya (Rail Clapper), dan yang lainnya dapat berbentuk pendek dan lebar (coot), dan ada juga yang berbentuk besar (Gallinule Ungu).

Rail menampakkan sedikit sekali sifat dimorfisme seksual, baik dalam warna bulu mereka maupun ukuran mereka.

Sayap semua rail pendek dan membulat. Rail tidak mampu terbang dengan kuat, namun dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Banyak spesies yang melakukan migrasi tahunan. Kemampuan terbang mereka yang buruk membuat mereka dengan mudah dijatuhkan oleh angin ketika melakukan migrasi sehingga banyak yang tersesat dan menempati wilayah kepulauan yang terisolasi. Burung-burung ini sesungguhnya lebih memilih untuk berlari dari pada terbang, terutama di habitat yang padat. Beberapa menjadi tidak dapat terbang dalam periode pergantian bulu.

Banyak rail kepulauan menjadi tidak dapat terbang karena sempitnya habitat kepulauan dan sedikit sekali ancaman predator yang mengeliminasi kebutuhan untuk terbang. Selain itu, habitat kepulauan memiliki sedikit sekali sumber daya sehingga mereka harus mengurangi metabolisme tubuh mereka, dan mereka mengorbankan otot sayapnya. Karena itulah, ketidakmampuan untuk terbang sesungguhnya menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka dalam bertahan. Rail Laysan membutuhkan waktu 125.000 tahun untuk kehilangan kemampuan terbangnya dan sayapnya berevolusi menjadi sayap yang mampu menjaga keseimbangan ketika berlari dengan cepat.
Read More

Sabtu, 29 September 2012

Cikalang Elok ( Fregata magnificens )


Cikalang Elok ( Fregata magnificens ) adalah spesies burung cikalang yang dikenal sebagai burung perompak. Dikarenakan mereka suka menyerang dan makanan burung lain seperti jenis burung cikalang lainnya.F. magnificens mempunyai sayap yang panjang. Yang jantan, ekor dan paruh mereka juga panjang, adapun burung ini mempunyai kantong leher yang berwarna merah.

Untuk menarik pasangan, kantong ini digembungkan.Betina memiliki kantong leher dan leher bagian bawah juga berwarna hitam dan dada mereka berwarna putih. Ukuran sayap fregat ini adalah lebar 2,5 m dan 1 m.
Burung laut ini secara luas tersebar di sepanjang wilayah Atlantik tropis. 

Mereka memiliki koloni berkembang biak di pohon-pohon di Karibia, Florida serta di Kepulauan Tanjung Verde. Ini merupakan burung laut yang berkembang biak sepanjang pantai Pasifik Amerika dari Meksiko kemudian ke Ekuador yang juga termasuk Kepulauan Galapagos.




F. magnificens memakan ikan kecil, cumi-cumi, ubur-ubur, dan krustasea. Mereka juga dapat makan kura-kura kecil yang masih muda.Mereka menyerang tern, boobie, camar dan gannet sampai mereka memuntahkan makanannya. Adapun ketika burung lain sudah didapatinya, burung itu langsung diguncang-guncangkan hingga burung itu memuntahkan makanannya.

Di awal musim kawin, burung jantan akan menggembukan kantong lehernya di sarang milik jantan. Dan juga menepukkan paruhnya dengan ramai. F. magnificens membentuk pasangan monogami setiap musim kawin sekali perempuan memiliki pasangan yang dipilih.


 Namun, mereka jarang mempertahankan pasangan yang sama dari musim ke musim. F. magnificens bertelur 2 kali setahun dan Sarangnya terdiri atas kumpulan ranting kayu dan rumput. Bisa diletakkan di pohon, semak, atau di atas tanah. Telur F. magnificens dierami 50 hari
Read More

Jumat, 28 September 2012

Betet-kelapa filipina ( Tanygnathus lucionensis )



Betet-kelapa filipina ( Tanygnathus lucionensis ), juga diketahui sebagai Nuri-hijau Mahkota-biru, Nuri luzon, Nuri-hijau filipina, dan bahasa lokalnya adalah Pikoy, adalah nuri yang ditemukan di seluruh Filipina termasuk Pulau Talaud dan pulau-pulau di timur dan utara Borneo (dengan populasi yang terintroduksi di pulau Kalimantan itu sendiri, misalnya Kota Kinabalu ).
Read More

Minggu, 23 September 2012

Perkutut Australia ( Geopelia cuneata )



Perkutut Australia ( Geopelia cuneata ) ini tampak anggun, dengan sepasang mata cantik dilingkari warna oranye yang kuat, selain bersuara bagus, perkutut ini juga indah bulunya.Burung Perkutut dikenal karena kekhasan suaranya. Penggemarnya berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Namun perkutut australia ini berbeda, selain bersuara lembut, warna bulunya cukup indah. Sehingga hobiis tertarik untuk mengoleksi, bahkan ingin mendapatkan hasil silangannya dengan jenis lain.


Berbintik Putih

Bentuk dan ukurannya lebih kecil dibandingkan perkutut biasa, dan warna tubuhnya abu -abu. Matanya dilingkari warna oranye mencolok, serta bulu sayapnya dihiasi bintik - bintik putih agak kasar, membedakannya dari perkutut afrika yang berbintik putih halus.

 

Kekhasan lain perkutut ini yaitu bersuara lembut dan penampilannya menarik terutama si jantan. Biasanya si jantan selalu memamerkan bulu sayapnya di depan si betina, untuk mencuri perhatian si betina. Si betina kemudian akan mendekatinya, lantas keduanya saling tertarik dan kawin.Kekhasan sifat dan pola warna bulu yang lembut inilah yang membuat hobies tertarik untuk mengoleksi perkutut australia ini.

Kenali Sifatnya

Dalam menjodohkan perkutut, sangat perlu kita mengenal dan mengerti sifat-sifatnya. Misalnya kualitas suaranya, keindahan bulunya, dan bentuk badannya. Hal ini sangat penting, jika indukannya berkualitas bagus kemungkinan besar anaknya nanti juga menjadi perkutut yang bagus. Apalagi jika induknya merupakan perkutut langganan juara, hampir dapat dipastikan keturunannya pun dapat menjadi juara. Banyak hobies yang mencoba menyilangkan perkutut australia abu-abu dengan perkutut bangkok dan afrika. Usaha ini diharapkan dapat menghasilkan perkutut dengan pola warna bulu dan suara yang bagus.

Perawatan

"Perawatan perkutut australia sebenarnya sama dengan perkutut biasa", kata pedagang, hobies yang juga pegawai sebuah perusahaan swasta.Langkah pertama yang dilakukan adalah memberi kesegaran pada burung, yakni setiap pagi burung dimandikan dengan semprotan air dingin ke tubuhnya, maka burung akan membersihkan bulu-bulunya sendiri, kemudian berjemur. Cahaya matahari pagi lebih baik daripada cahaya sore. Oleh karena itu sebaiknya kandang mengarah ke timur.

Pakan yang diberikan berupa campuran millet putih, millet merah, ketan hitam, canary seed, padi kecil jenis Lampung, jewawut, godem. Ketujuh jenis biji - bijian ini dicampur dan diganti setiap tiga hari. Pakan tambahan yang diberikan berupa tulang cumi - cumi, karena tulang mengandung kalsium (Ca) yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan burung. Adapun minuman yang diberikan cukup air matang ditambah dengan vitamin dan selalu diganti setiap hari. Adapun perangsang diberikan jika si burung kelihatan lesu.

 


Untuk keperluan penangkaran, kandang perkutut berukuran 90 cm x 80 cm x 100 cm. Di dalam kandang terdapat tenggeran, kotak tempat pakan dan minuman. Lantai kandang dialasi campuran sedikit kerikil setinggi 3 cm, agar keadaannya tetap kering dan tidak didatangi semut, bahkan si burung menyukai pasir yang halus dan memakannya. Pergantian campuran ketiga jenis bahan ini dilakukan 3 bulan sekali.

Pencegahan terhadap serangan penyakit seperti sesak napas dan pilek, dilakukan dengan memberikan semacam ramuan obat yang dibuat sendiri. Ramuan terdiri dari bawang merah, bawang putih, merica, ditambah vitamin yang biasa diberikan untuk ayam dan semua ditumbuk halus. Cara pemberiannya, obat tersebut dicampur dengan nasi yang dipulung kecil - kecil, baru dicekokkan ke burung.
Read More

Kamis, 13 September 2012

Kowak Jepang ( Gorsachius goisagi )


Kowak Jepang adalah spesies bangau malam ditemukan di Asia Timur. Ini berkembang biak di Jepang, dan musim dingin di Filipina dan Indonesia. Hal ini juga terlihat pada musim semi dan musim panas di Korea dan Rusia Timur Jauh.


Read More

Jumat, 07 September 2012

Wiwik Kelabu ( Cacomantis merulinus )



Wiwik kelabu atau wikwik kelabuadalah sejenis burung anggota suku kangkok (Cuculidae). Burung yang kerap ditemui di lingkungan pedesaan ini dikenal dengan banyak nama. Mulai dari kedasih ataudaradasih (nama umum, Jw.), kedasi, sit uncuing, sirit uncuing, atau manuk uncuing (Sd.), sampai kepada burung orang meninggal menurut anak-anak Betawi. 


Dalam bahasa Inggris burung ini dinamai Plaintive Cuckoo karena suaranya yang mendayu-dayu, sementara orang Belanda menyebutnya (Kleine) Piet van Vlietmengikuti bunyi panggilannya yang khas. Nama ilmiahnya adalah Cacomantis merulinus.

Read More

Selasa, 21 Agustus 2012

Gelatik Batu ( Parus major )


Gelatik Batu ( Parus major ) dari sisi suara relative lebih bagus dan bervariasi dari pada kicauan Gelatik Jawa (Silver), hanya saja dari sisi penampilan Gelatik Batu warnanya relative kurang cemerlang dibanding Gelatik Jawa. Paruh yang berbeda dari sisi warna maupun bentuk, untuk Gelatik Batu paruh runcing dan bisa diguakan untuk makan serangga, sedangkan untuk paruh Gelatik Jawa (Silver) berbentuk tumpul mirip dengan paruh emprit yang biasa digunakan untuk makan biji-bijian.

Tubuh berukuran kecil (13 cm).Tubuh warna hitam, abu-abu, putih. Kepala dan kerongkongan hitam. Bercak putih mencolok di sisi muka. Setrip putih pada sayap. Paruh kecil. Iris hitam, paruh kehitaman, kaki abu-abu gelap. Bersifat lincah, aktif bergerak, naik turun di puncak pohon atau permukaan tanah. Berburu dalam kelompok keluarga atau pasangan. Menyukai pohon berdaun jarum dan cemara.

 

Makanan: berbagai serangga. Sarang berupa lubang pohon, bekas sarang Takur bultok, dilapisi lumut.
Telur berwarna putih berbintik merah, jumlah 3-4 butir. Berbiak bulan April-Juni.

Mengunjungi hutan mangrove, hutan pantai, hutan terbuka, pekarangan, lahan budidaya, dan kadang perdu sampai ketinggian 2400 mdpl. Burung kecil yang lincah, bergerak aktif naik turun di puncak pohon atau di permukaan tanah. Memakan beragam makanan tetapi kebanyakan serangga yang ditangkap di pohon. Berburu dalam kelompok keluarga atau berpasangan.
Read More

Jumat, 03 Agustus 2012

Sikatan Aceh ( cyornis ruckii )

Berukuran agak besar (17 cm), berwarna biru. Jantan: kepala, tenggorokan, dan dada biru; tunggir dan penutup ekor atas biru berkilap. Perbedaannya dengan Sikatan biru yang masih muda: warna lebih gelap, tungging biru berkilat, paruh lebih besar. Betina:tubuh bagian atas coklat-merah bata, tunggir dan ekor merah bata, dada merah karat menjadi keputih-putihan pada perut.


Perbedaannya dengan Sikatan biru-muda betina: dada merah karat.Remaja: tubuh bagian atas coklat berbintik kuning tua, tubuh bagian bawah bersisik hitam menjadi keputih-putihan pada perut tengah. Dahi, lingkar mata, tenggorokan, dandadanya merah bata. Iris coklat, paruh dan kaki hitam. Habitat burung ini adalah hutan sekunder dataran rendah.
Read More

Kamis, 02 Agustus 2012

Paok Pancawarna ( Pitta guajana )


Burung berukuran sedang (22cm) dan bernama latin ( Pitta guajana ) ini memiliki tubuh berwarna keemasan bergaris-garis. Kepala hitam dengan alis lebar kuning mencolok yang khas. Punggung dan sayap coklat dengan garis sayap putih, ekor biru, dan dagu putih. Burung betina berwarna lebih suram dan lebih merah.Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Suara burung ini agak keras “pa-oh” suara tinggi “pieuw” atau suara lembut “parrrr”.

Persebaran sub ras guajana (Statius Muller, 1776): Jawa dan Bali. Dada dan sisi lambung bergaris-garis hitam dan kuning. Tidak terdapat bercak biru pada dada bawah. Habitat burung ini adalah menyukai hutan primer dan hutan sekunder tertutup sampai ketinggian 1500mdpl., berlompatan cepat di sepanjang lantai hutan atau batang pohon mati. 



Kadang-kadang ditemukan pada semak rendah, bersarang di pohon salak,kopi, atau rotan. Lebih sering terdengar suaranya daripada terlihat. Pada malam hari tidur di vegetasi rendah, hanya setinggi 1-3 meter di atas tanah. Burung ini juga tercatat dalam daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Read More

Minggu, 29 Juli 2012

Paok Delima ( Pitta garanatina )

Burung bertubuh kecil (17cm) dan bernama latin ( Pitta garanatina ) ini memiliki mahkota merah (atau hitam), perut merah, sayap berbercak biru terang. Garis alis biru pucat dan sempit, bersinar di belakang mata. Remaja: coklat, mahkota dan bagian bawah merah karat, sisi kepala kehitaman.
Iris berwarna coklat, paruh hitam dan kaki abu-abu kemerahjambuan




  • ussheri (Gould, 1877): Kalimantan bagian utara (dari selatan sampai Sungai Lawas dan sungai Merapok di barat dan sampai sungai Sembakung dan sungai Sesayap di timur). Warna mahkota hitam
  • coccinea (Eyton, 1839): Myanmar wilayah paling selatan (Tenasserim), Semenanjung Thailand paling selatan, Semenanjung Malaysia dan Sumatra bagian timur. Dahi hitam dan ada bintik hitam pada perut yang merah.
  • granatina (Temminck, 1830): kalimantan (kecuali daerah utara). Warna mahkota merah.
Kebiasaan burung ini adalah berlompatan di lantai hutan yang gelap, basah, dan sering berawa, kadang-kadang pada batang pohon yang telah rubuh dan onggokan semak belukar. Hidup di kawasan hutan dataran rendah. Status konservasi burung ini tercatat dalam daftar merah IUCN : Hampir terancam (NT)
Read More

Jumat, 27 Juli 2012

Paok Hujan ( Pitta moluccensis )


Burung berukuran sedang (18cm) dan bernama latin Pitta moluccensis ini  bertubuh gemuk, berwarna-warni. Dada merah karat, kepal hitam, alis coklat pucat, punggung hijau. Sayap biru terang dengan bercak putih, tenggorokan putih, tunggir merah. Beriris coklat, paruh kehitaman, kaki coklat pucat.

Mempunyai siulan keras: “pu-wiu, pu-wiu” dengan nada kedua lebih tinggi. Di Kalimantan, suaranya dipercaya merupakan petanda datangnya hujan. Penyebaran global burung ini meliputi India tenggara, Cina barat daya, dan Asia tenggara. Pada musim dingin ke Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan.


Di Sumatera (termasuk pulau-pulau sekitarnya) dan kalimantan (termasuk Kep.Natuna), burung migran dan pengunjung musim dingin yang cukup umum terdapat sampai ketinggian 1.000 m. Tercatat di kebanyakan habitat hutan, termasuk kebun. Pengembara kadang-kadang dapat mencapai Sulawesi dan Filipina. Terdapat catatan dari Jawa dan Australia, tetapi di ragukan.


Sering mengunjungi semak-semak, hutan sekunder, dan hutan mangrove. Tidak pernah jauh dari pantai. Berjalan diam-diam, berlompatan diatas tanah seperti anis. Pada malam hari, beristirahat pada semak yang rendah, hanya satu meter diatas tanah. Sering berburu di sepanjang badan air. Burung ini tercatat ke dalam daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Read More

Kamis, 26 Juli 2012

Paok Bidadari ( Pitta nympha )


Burung berukuran sedang (20cm) dan bernama latin Pitta nympha ini memiliki banyak warna dan mirip dengan Paok hujan, namun tubuh bagian bawahnya lebih pucat dan lebih abu-abu, serta ada bercak biru langit pada sayap dan tungging. Beriris coklat, paruh dan kaki kehitaman.
Fairy pitta resting on a branch

Burung yang berberbiak di Jepang, Korea, dan Cina timur. Pada musim dingin pindah keselatan sampai Cina selatan, Indocina, dan kalimantan. Tercatat ke selatan pada bulan Oktober sampai Maret, melewati kalimantan. Umum terdapat sampai ketinggian 1.000 m, terutama di bagian utara. Memiliki kebiasaan yang mirip dengan Paok hujan. Status konservasi burung ini adalah daftar merah IUCN : Rentan (VU)
Perdagangan internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Read More

Selasa, 24 Juli 2012

Paok Bakau ( Pitta megarhyncha )


Burung berukuran sedang (20cm) bernama latin ( Pitta megarhyncha ) ini mempunyai dada merah karat terang, mahkota coklat polos, punggung hijau. Terdapat bercak biru terang pada sayap, tenggorokan putih, tunggir biru terang. Ukuran paruh lebih besar dari paruh Paok hujan . Beriris coklat, paruh dan kaki kehitaman.



Burung ini dapat kita jumpai di pesisir barat Malaysia, dari sunderbans sampai Singapura.Tercatat ke selatan melewati kepulauan Riau, dataran rendah Sumatera sebelah timur, dan Bangka. Pernah tercatat di Baram (kalimantan bagian utara) . Habitat burung ini hanya menghuni hutan bakau dan hutan pantai. Sementra untuk status konservasi burung ini termasuk ke dalam daftar merah IUCN : Hampir Terancam (NT)
Read More

Jumat, 20 Juli 2012

Paok Laus ( Pitta elegans )

 
Paok Laus ( Pitta elegans) adalah spesies burung dari familia Pittidae. Habitat burung ini berada di hutan tropis atau subtropis lembab yang berada di dataran rendah.
Read More

Selasa, 10 Juli 2012

Kipasan Sulawesi (Rhipidura teysmann)




Burung Kipasan Sulawesi ( Rhipidura teysmann ), adalah spesies burung dalam keluarga Rhipiduridae. Burung ini adalah burung dengan populasi habitatnya endemik Pulau Sulawesi, Indonesia, alias hanya dapat ditemukan di tempat asalnya yang asli yaitu di Pulau Sulawesi.
Burung ini juga biasa disebut dengan nama, The Rusty-bellied Rhipidura teysmanni, Rusty-bellied Fantail, Kipasan Sulawesi Fantail.



Read More

Senin, 09 Juli 2012

Jalak Tunggir Merah ( Scissirostrum dubium )


Burung Jalak Tunggir Merah ( Scissirostrum dubium ) juga dikenal sebagai Myna Grosbeak, Grosbeak Starling, atau Scissor-billed Starling, adalah spesies jalak dalam keluarga Sturnidae. Ini adalah monotypic dalam Scissirostrum genus. Burung ini populasi habitat aslinya adalah endemik Pulau Sulawesi, Indonesia.



Habitat alami adalah tropis dataran rendah, dan pegunungan kadang-kadang subtropis, kawasan hutan dan lahan basah berhutan ringan. Spesies ini bersarang di koloni dengan jumlah yang kadang mencapai ratusan pasang. Sarang batang pohon mati . Makanannya buah, serangga, dan biji-bijian. Daerah sebaran burung ini adalah di Sulawesi termasuk Bangka, Lembeh, Butung, Togian Apakah., Peling Apakah, dan. Banggai.
Read More

Kamis, 05 Juli 2012

Merbuk / Perkutut ( Geopelia striata )



Merbuk atau perkutut ( Geopelia striata ) familia Columbidae adalah sejenis burung berukuran kecil, berwarna abu-abu yang banyak dipelihara orang karena keindahan suaranya. Dalam tradisi Indonesia, terutama Jawa, burung ini sangat dikenal dan digemari, bahkan agak lebih "dimuliakan" dibandingkan dengan burung peliharaan lainnya. Perkutut masih berkerabat dekat dengan tekukur, puter, dan merpati.


Ciri - ciri burung ini : 

  1. Burung perkutut bertubuh kecil.Panjangnya berkisar antara 20-25 cm.
  2. Kepalanya membulat kecil,berwarna abu-abu.
  3. Paruhnya panjang meruncing dengan berwarna biru keabu-abuan.
  4. Mata burung perkutut bulat dengan iris berwarna abu-abu kebiru-biruan.
  5. Lehernya agak panjang dan ditumbuhi bulu-bulu halus.
  6. Bulu disekitar dada dan leher membentuk pola garis melintang berwarna hitam dan putih.
  7. Bulu yang menutupi badan perkutut berwarna kecokelatan.
  8. Pada bulu sayap terdapat garis melintang berwarna cokelat tua.
  9. Bulu ekornya yang juga berwarna cokelat agak panjang.
  10. Jari-jari perkutut berjumlah 8 dengan kuku-kuku yang runcing.Jadi jumlah jari sebelah kaki adalah 4.
  11. Tiga dari empat jarinya ada di depan dan sebuah jari di belakang.
  12. Jari-jari perkutut berguna untuk bertengger.
Read More