Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Burung Kicau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Kicau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Cinenen kelabu ( Orthomus ruficeps )


Cinenen kelabu (Orthomus ruficeps) adalah jenis burung pengicau dengan panjang tubuh 10-12 cm. Burung ini, terutama dalam perdagangan, dikenal juga dengan nama prenjak. Namanya dalam bahasa Inggris ialah Ashy tailorbird.


Ciri morfologis

Burung ini mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur, memiliki bulu dasar coklat kemerahan. Bagian bawah badan ditutupi bulu berwarna abu-abu kecoklatan memutih pada bagian bawah. Kaki langsing dan rapuh berwarna merah. Ekor tersusun bertingkat dan terangkat setiap kali beraktivitas.
Burung ini banyak ditemui di daerah perkebunan dan hutan tropis.


Pakan

Merupakan burung pemakan serangga kecil. Dalam penangkaran biasanya diberikan pakan alami berupa jangkrik, kroto, dan pelet.

Seksing

Perbedaan jantan dan betina terlihat dari ukuran badan dan warna. Burung jantan lebih agresif berkicau, berukuran lebih besar, dan memiliki semburat merah di kepala.
Read More

Jumat, 07 September 2012

Wiwik Kelabu ( Cacomantis merulinus )



Wiwik kelabu atau wikwik kelabuadalah sejenis burung anggota suku kangkok (Cuculidae). Burung yang kerap ditemui di lingkungan pedesaan ini dikenal dengan banyak nama. Mulai dari kedasih ataudaradasih (nama umum, Jw.), kedasi, sit uncuing, sirit uncuing, atau manuk uncuing (Sd.), sampai kepada burung orang meninggal menurut anak-anak Betawi. 


Dalam bahasa Inggris burung ini dinamai Plaintive Cuckoo karena suaranya yang mendayu-dayu, sementara orang Belanda menyebutnya (Kleine) Piet van Vlietmengikuti bunyi panggilannya yang khas. Nama ilmiahnya adalah Cacomantis merulinus.

Read More

Senin, 20 Agustus 2012

Gelatik Wingko

Burung Gelatik Wingko kini menyedot perhatian para penggemar burung. Gelatik Wingko memilki suara kicauan yang nyaring dengan cerecet yang panjang dan nafas yang kuat. Gelatik wingko tergolong burung yang mudah beradaptasi dan cara perawatan serta pemeliharaannya cukup mudah.
Karena daya adaptasinya yang cukup tinggi, burung ini relatif lebih cepat untuk berbunyi dibandingkan dengan jenis burung kicau yg lain. Suara burung ini selain merdu juga memiliki berbagai variasi suara burung lain seperti burung gereja.  Burung dengan warna bulu abu-abu hitam ini sangat cocok sebagai isian atau master bagi berbagai jenis burung ocehan lainnya, terutama untuk burung kenari

Burung yang juga dikenal sebagai Gelatik Batu ini sekarang mulai banyak diburu oleh para penggemar burung kicau baik untuk masteran maupun koleksi di rumah. Hal ini mengakibatkan terjadinya penangkapan dan perdagangan secara besar-besaran yang berdampak pada populasi burung ini yang menjadi semakin langka di alam bebas. Rusaknya ekosistem dan menyusutnya areal persawahan juga ikut berperan menyusutkan jumlah Burung Gelatik (termasuk jenis-jenis gelatik lainnya) di alam
Harga
Gelatik Wingko memiliki harga yang lumayan terjangkau. Untuk Burung yang masih muda saat ini (awal 2012) para penjual mematok harga sekitar Rp 100.000. Sementara untuk burung yang sudah dewasa harganya sekitar Rp 450.000 sampai Rp 500.000. Untuk burung yang sudah gacor harganya dapat melambung tinggi sampai jutaan rupiah.
Cara Memilih Gelatik Wingko
Memilih burung memang tidak boleh sembarangan. Salah memilih dapat membuat kita menjadi kurang puas bahkan kecewa dengan burung yang kita pilih. Untuk memilih Gelatik Wingko, anda harus memilih yang patuknya lebih ceriwis, jangan terlalu tebal ataupun terlalu tipis. Dengan demikian, suara yang merdu disertai dengan tembakan cerecetannya sangat jelas terdengar.
Perawatan
Cara perawatan dan pemeliharaan burung ini cukup sederhana. Berikan pakan setiap hari berupa voer, dapat ditambah pula dengan biji-bijian seperti kacang tanah yang telah dikeringkan dan dibuang kulitnya kemudian dihancurkan. Untuk ekstra fooding dapat diberikan makanan berupa jangkrik kecil, kroto, ulat hongkong, atau pun ulat jerman.

Read More

Senin, 06 Agustus 2012

Pentet


Burung Pentet atau toet bisa juga cendet ( bahasa jawa nya ) adalah burung yang mempunyai suara dan volume yang keras, serta dalam membawakan irama lagu ocehannya sangat menarik karena mempunyai kecepatan atau dalam berkicau mempunyai speed yang sangat rapat dan bervariasi dengan istilahnya Ngerol dan burung ini dapat dijadikan master untuk burung-burung ocehan lainnya.
Pada tahun sembilan puluhan burung pentet ini belumlah terkenal seperti sekarang ini, bahkan dahulu harganyapun sangat murah dan sangat terjangkau, tapi seiring dengan perjalanan waktu dalam perkembangannya burung jenis ini mulai banyak diminati oleh orang karena selain memiliki bentuk fisik yang indah burung ini juga mempunyai suara-suara ocehan yang menarik, dengan keistimewaan itulah maka setiap orang berusaha untuk mencari dan mendapatkan burung pentet ini dengan kualitas yang terbaik.


Burung Pentet ini adalah merupakan burung pemangsa yang sangat ganas dan agresif, tak heran jika setiap orang yang memelihara burung ini banyak yang digigit jari tangannya jika akan mengambil tempat minum atau tempat makannya dari dalam sangkar, saya pun mengalaminya dan sangat sakit jika di gigit burung ini, karena pentet ini mempunyai paruh yang membentuk kait dibagian ujungnya mirip dengan burung pemangsa liar seperti burung Elang atau burung Falcon, serta mempunyai tungkai yang sangat kuat dan cakar yang sangat tajam yang fungsinya adalah untuk memangsa atau mencengkram buruannya di udara, maka berhati-hatilah jika ingin  memelihara burung ini sebelum mengetahui cara merawatnya.

Burung ini mempunyai ciri khas tersendiri yaitu dia akan meliuk-liukan ekornya jika sedang mengoceh serta kepalanya seraya menatap langit sambil gerakan kekanan dan kekiri. Namun jika burung ini dipelihara sejak kecil atau saat masih piyik maka sifat ganas dan pemangsanya sedikit mengilang, bahkan burung ini akan mendekat jika melihat tangan kita masuk kedalam sangkarnya seakan kita memberinya makan. 
Read More

Selasa, 12 Juni 2012

Kucican Kampung ( Copsychus saularis )


Kucica Kampung ( Copsychus saularis ) adalah burung pengicau kecil yang sebelumnya dikelompokkan sebagai anggota keluarga Turdidae (murai), tetapi kini dianggap sebaagi anggota Muscicapidae. Burung ini berwarna hitam dan putih dengan ekor yang panjang. Ekornya terangkat ke atas jika mereka sedang mencari makanan di tanah atau kadang ketika sedang bertengger. Burung ini banyak ditemukan di daerah Asia Selatan dan Asia tenggara. Mereka adalah burung yang umum untuk berada di taman kota atau hutan. Mereka terkanal atas suara kicauannya.
Read More

Senin, 04 Juni 2012

Anis Buru ( Zoothera dumasi )

Anis Buru ( Zoothera dumasi ) adalah spesies burung di keluarga Turdidae . Burung ini adalah endemik di pegunungan hutan hujan di Pulau Buru di Indonesia . Burung ini secara tradisional kadang dijadikan satu dengan jenis termasuk Anis Seram (Zoothera joiceyi) sebagai subspesies , dalam hal ini nama umum dari 'spesies gabungan' adalah burung Anis Maluku.

Badan Anis Buru berukuran agak kecil (17 cm). Tubuh bagian atas berwarna coklat zaitun yang seragam, dengan punggung bawah hitam yang melebar sampai ke dahi, sisi kepala dan leher; bintik-sayap tunggal putih; palang lebar hitam pada perut dan sisi tubuh tidak teratur; penutup ekor bawah putih.
Burung ini umum ditemui di kawasan hutan pegunungan lebat di Pulau Buru Maluku pada rentang ketinggian antara 725 – 1500 m dpl. Sendirian atau berpasangan mencari makanan di atas permukaan tanah pada bagian dalam hutan. Kerena persebaran Anis Buru yang terbatas maka badan Internasional IUCN memasukkan burung ini ke Daftar merah IUCN dengan status Hampir Terancam (Near Threatened).
Read More

Kamis, 31 Mei 2012

Empuloh Janggut ( Alophoixus bres )


Empuloh Janggut adalah sejenis burung cucak-cucakan atau suku pycnonotidae. Burung ini memiliki nama inggris Grey-cheeked Bulbul dan sering juga disebut Cucak Janggut. Burung berukuran sedang, sekitar 20 cm.

Grey-cheeked Bulbul (Alophoixus bres)

Tubuh atas coklat zaitun, bagian bawah putih. Di bagian bawah kepala ada semacam "janggut" berwarna kelabu. Bersuara ribut di dan indah di penangkaran, namun di alam hanya bersuara "tiu-tiu-tiu-tiu-cok-cok-cok" tanpa irama.
Read More

Jumat, 27 April 2012

Gelatik Batu Sultan ( Melanochlora sultanea )


Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class Aves  Order: Passeriformes Family: Paridae  Genus: Melanochlora Species: M. sultanea Binomial name: Melanochlora sultanea Synonyms :
Parus flavocristatus
Berukuran agak kecil (20cm), Berwarna hitam dan kuning dengan jambul luar biasa panjang, lembut dan berwarna kuning. Betina mirip jantan tetapi tenggorokan dan dada berwarna kuning zaitun gelap, dan tubuh bagian atas tersapu warna zaitun.

Suara
Siulan melengking keras, berulang “ tsyiri-tsyiri-tsyiri” dan panggilan bahaya mengoceh bergetar.

Distribusi Global
Himalaya, China Selatan, Asia Tenggara, Indonesia (Sumatera) dan semenanjung Malaysia.

Distribusi Lokal dan Status

Terdaftar di Sumatera berdasarkan satu spesimen yang tidak jelas asalnya dan satu catatan (1938) dari sekelompok burung pada tajuk hutan dengan ketinggian 100m di Sumatera Utara

Kebiasaan

Hidup di tajuk hutan primer dan sekunder dalam kelompok campuran, aktif mencari serangga besar.

Status

Status IUCN: Least Concern     ver 3.1

Read More

Jumat, 20 April 2012

Mozambik


Burung kecil yg sangat atraktif, burung kicau kecil yang cerewet, mozambik adalah serins populer Afrika yang berhubungan dekat dengan kenari. Berusia panjang (beberapa, hidup sampai 15 atau 20 tahun) yang akan menghibur kita dengan nyanyian merdu mereka.


Habitat asal mereka merupakan daerah semi tandus yang berilalang tinggi dan hutan di sentral Afrika dan menyukai dataran terbuka daripada dahanan rimbun kecuali untuk bertengger pada malam hari dan bersarang. Dilaporkan bahwa mereka biasanya ditemukan di sumber / mata air setempat. Jenis finch ini merupakan spesies agresif dan biasanya terlihat berpasangan atau dalam satu keluarga kecil. Mereka dewasa pada sekitar umur 4 – 6 bulan. Pejantan dan betina dapat dibedakan dengan ‘kalung’ titik hitam yang melingkar di leher betina.  Meskipun demikian pada burung muda pun terdapat ‘kalung’ yang sama. Cara termudah membedakannya adalah setelah dewasa. Pejantan memiliki nyanyian yang menyenangkan, yang dinyanyikan teratur sepanjang hari.
Pasangan mozambik adalah pasangan yang individualistis dalam komunitasnya. Pada kebanyakan jenis finch lainnya, berpasangan atau tidak, mempunyai ikatan yang kuat dengan burung-burung disekitar mereka. Ikatan ini bisa saling selisik pada leher kepala atau saling meringkuk berdempetan dengan yang lainnya pada saat istirahat atau saat tidur. Tidak demikian dengan mozambik. Mereka belum pernah terlihat melakukan aktifitas ini sesama mereka atau dengan jenis finch lainnya. Pejantan dan betina memang duduk berdekatan, namun tidak bersentuhan atau saling meringkuk.
Meskipun demikian ikatan yang terbangun diantara mereka sangat kuat. Pasangan ini biasa terlihat saling menyanyi satu sama lainnya. Pada keadaan tertentu, pejantan meloloh si betina yang meminta dengan paruh terbuka dan mengepakan sayapnya seolah saat piyik dahulu. Lalu mereka akan kawin dan mencoba membuat sarang. Pada beberapa kejadian, pejantan menjadi sangat agresif kepada anggota komunitas lainnya dalam masa ini.
Saat tidak dalam masa berkembang biak, mozambik memiliki sifat yang keras namun relatif tidak agresif bila dijadikan satu dengan jenis finch lainnya dalam ruangan yang cukup – mereka akan mengancam mematuk burung lain yang bertengger sedikit lebih dekat ke mereka. Namun demikian mereka belum pernah terlihat mematuk finch lainnya, jadi tampaknya para anggota komunitasnya sangat mengerti akan kebutuhan ruang pribadinya. Karena itu disarankan hanya memelihara satu pasang saja per kandang.
Mozambik harus dibiarkan berkembang biak, jangan hanya sebagai piaraan saja. Mereka memiliki insting berkembang biak yang kuat, yang harus dituntaskan. Selain itu juga, mozambik akan sangat sulit didapatkan pada masa mendatang, karena mereka termasuk burung dalam Appendix III of CITES*. Burung dalam daftar ini tidak dapat lagi diimpor. Jika kita tidak menternakannya, maka kita tidak akan bisa memilikinya. Banyak burung finch yang dulu sangat umum ditemukan, termasuk mozambik, kini menjadi sangat langka. Bila Anda memiliki mozambik atau burung lainnya yang terdapat dalam daftar Appendix III, rencanakan untuk mengembangbiakan mereka dan beri mereka perawatan yang terbaik.
Read More

Jumat, 06 April 2012

Prenjak Jawa

Gudang Burung - Perenjak Jawa juga dikenal sejenis burung kicauan dari suku Cisticolidae (pada banyak buku masih dimasukkan ke dalam suku Sylviidae). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Bar-Winged Prinia, merujuk pada dua garis putih pada setiap sayapnya. Nama ilmiahnya adalah Prinia familiaris Horsfield.

Ciri-ciri:

 Burung kecil ramping, dengan panjang total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10 cm. Hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun. Tenggorokan dan dada putih, perut dan pantat kekuningan. Sisi dada dan paha keabu-abuan. Ciri khas: sayap dengan dua garis putih, serta ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih. Paruh panjang runcing, sebelah atas berwarna kehitaman dan sebelah bawah kekuningan. Kaki langsing dan rapuh berwarna coklat kemerahan atau merah jambu.

Jenis Kelamin:

Jantan bila dibedakan dari betina dengan ukuran tubuhnya yang lebih besar dan aktif berkicau. Ekor lebih panjang dan warna sayap yang lebih gelap .


Kebiasaan & Penyebaran:

Burung yang ramai dan lincah, yang sering ditemui di tempat terbuka atau daerah bersemak di taman, pekarangan, tepi sawah, hutan sekunder, hingga ke hutan bakau. Juga kerap teramati di perkebunan teh. Dua atau tiga ekor, atau lebih, kerap terlihat berkejaran sementara mencari makanan di antara semak-semak, sambil berbunyi-bunyi keras cwuit-cwuit-cwuit.. ciblek-ciblek-ciblek-ciblek.. ! Ekor yang tipis digerakkan ke atas saat berkicau.




Mencari mangsanya yang berupa aneka serangga dan ulat, perenjak jawa berburu mulai dari permukaan tanah hingga tajuk pepohonan. Burung ini membuat sarangnya di rerumputan atau semak-semak hingga ketinggian sekitar 1,5 m di atas tanah. Sarang berbentuk bola kecil dianyam dari rerumputan dan serat tumbuhan.

Perenjak Jawa adalah burung endemik (menyebar terbatas) di wilayah Sumatra, Jawa dan Bali. Di Sumatra tidak jarang sampai ketinggian 900 m dpl, sedangkan di Jawa dan Bali umum sampai ketinggian 1.500 m dpl




Tingkat Kehidupan:

Sebelum tahun 1990-an, burung ini boleh dibilang tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga banyak dibiarkan bebas dan meliar seperti halnya burung gereja dan burung pipit. Sifatnya yang mudah beradaptasi dan tidak takut pada manusia menyebabkan populasi burung ini cukup tinggi pada wilayah-wilayah yang sesuai.

Setelah tahun-tahun itu, burung ini mulai banyak diburu orang untuk diperdagangkan terutama di Jawa. Apalagi burung ini mudah dijumpai di wilayah perkebunan dan memiliki keistimewaan mudah jinak. Sifat jinaknya membuat ia mudah ditangkap dengan cara dipikat yaitu memakai bantuan cermin di dalam sangkar. Burung yang tertarik dengan bayangannya sendiri akan terjebak di dalam sangkar.


Cara lain adalah dengan memasang jerat atau rajut di sekitar sarangnya, atau dengan perangkap getah (pulut) pada tempat-tempat tidurnya di waktu malam. Para penangkap burung yang terampil, bahkan, kerap hanya bermodalkan senter, kehati-hatian dan kecepatan tangan menangkap burung yang tidur di malam hari.
Sayang sekali burung ini mudah stres dan mati dalam pemeliharaan, terutama apabila yang ditangkap adalah burung dewasa. Belum lagi jika pemeliharanya tidak berpengalaman. Namun ini agaknya tidak menyurutkan minat para penangkap burung untuk terus memburunya.



 Sampai sekarang, burung ini belum berhasil dibiakkan dalam tangkaran. Dan para penggemar burung masih bergantung pada tangkapan dari alam.Eksploitasi yang berlebihan ini segera terlihat akibatnya. Di wilayah-wilayah tertentu seperti di pinggiran Jakarta dan Bogor, di mana burung ini melimpah sebelum tahun ‘90an, kini seolah ‘kehabisan stok’. 


Perenjak Jawa semakin jarang terlihat di taman-taman, dan hadir terbatas di tempat-tempat tertentu yang masih dekat hutan.Dalam pemeliharaan biasanya burung ini sering diberi makanan berupa kroto (tempayak dan anak semut rangrang), ulat hongkong, serta pelet (voer).
Read More

Merawat Anis Merah

 

Gudang Burung - Cara merawat burung Anis merah harus rutin memandikan minimal 1.hari 1kali  supaya burung tidak mudah setres dan makanannya harus teratur juga jangan sering di ganti-ganti biar burung mudah merekem suara burung lain dan cepat berlatih bunyi.

    Burung Anis merah harus sering di pindah-pindah tempat gantangannya dan kita harus sering membawa burung ketempat ramai untuk melatih mental burung Anis merah supaya burung tersebut tidak muduh setres karena burung Anis merah terkenal mudah setres.

    Burung Anis mereh sangat cepat naik berahinya jadi kita harus juga teratur merawatnya jangan sering telat memberi makanan yang sering di berikan misalnya jangkrik 1hari 3kali itu harus tertib supaya burung cepat menaikan suar kicauannya dan mau berlatih teler .
Read More

Minggu, 01 April 2012

Cucak Jenggot

Gudang Burung - Burung Cucak Jenggot umumnya digunakan sebagai burung master. Tetapi banyak juga yang menjadikan burung ini menjadi burung lapangan yang selalu mendulang prestasi dan penyumbang poin dalam suatu lomba. Pamornya makin menanjak seiring dengan ramainya lomba burung berkicau di Tanah Air. Memelihara dan merawat burung jenis ini sangatlah mudah.




KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK JENGGOT


1. Non fighter. Burung ini bukanlah burung petarung, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.


2. Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.


3. Agresor. Apabila disekitarnya ada suara burung lain yang memiliki frekuensi tinggi, burung ini langsung menimpali.






MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK JENGGOT

• Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu 12%-18%), belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Jenggot. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.

• Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.


• EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan ju
ga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.
Read More

Sabtu, 31 Maret 2012

Kolibri

Gudang Burung - Kolibri adalah burung kecil dengan panjang 6,4 cm dan berwarna cerah yang sebagian besar hidup di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Seekor kolibri mempunyai sekitar seribu bulu yang bergemerlapan sehingga dapat memantulkan dan memencarkan sinar warna - warni yang dapat berubah ketika burung bergerak seperti minyak pada air. Ada lebih dari 300 spesies burung kolibri hidup di dalam wilayah hutan Amazon, Amerika Selatan.Sedangkan kolibri jenis Sword Billed, ensifera ensifera hidup di bagian barat hutan pegunungan Andes.




Kolibri adalah penerbang yang ulung dengan gerakan sayap yang sangat cepat, satu detik mencapai 75 kali kepakan.Seorang peneliti dari Universitas California bernama Christopher Clark melakukan pengamatan untuk mengukur kecepatan burung kolibri betina, Christopher mengambil gambar menggunakan kamera super cepat sehingga bisa menangkap setiap gerakan dari burung kolibri. Ia berhasil mendapatkan 500 gambar yang berbeda dalam satu detik.


Makanan
Karena kolibri terbang sangat cepat, maka ia membutuhkan tenaga yang cukup besar dan untuk mendapatkan energi yang besar, seekor kolibri membutuhkan asupan makanan yang berkalori tinggi seperti nektar atau bagian dari inti sari bunga yang dihisap dengan paruhnya yang kecil dan panjang. Varietas kolibri berparuh panjang mendapatkan makanannya dengan cara menghisap madu seperti biasa, namun untuk varietas lain, kolibri akan mengebor sebuah lubang menembus pangkal bunga ke dalam madu lalu menyisipkan paruhnya dalam lubang tersebut. Cara kolibri yang seperti itu juga dapat membantu bunga untuk penyerbukan silang, karena biasanya serbuk sari akan terbawa pada kepala atau paruh kolibri dan kemudain berpindah dari satu bunga ke bunga yang lain.




Reproduksi
Suara burung kolibri jarang terdengar, hal ini karena suara merupakan bunyi yang dibuat oleh sayapnya. Selama musim perkawinan, kebanyakan jenis jantannya menyatakan perasaan dengan kicauan gembira seraya terbang mondar - mandir di depan sang betina, beberapa jenisnya bahkan mempunyai nyanyian merdu dengan kekuatan yang menakjubkan. Sedangkan betinanya untuk menarik perhatian dari jantan, mereka akan terbang berkelompok dengan kecepatan tinggi dan kemudian melakukan akrobat di udara, seperti pada pesawat jet. Burung kolibri hanya bertelur 2 buah dengan warna putih bersih tanpa ada bercak sama sekali. Telur tersebut ditempatkan di dalam sarang yang dibuat secara terampil dari bulu halus tanaman atau terikat pada tempatnya jaring laba-laba. Sisi luar sarang biasanya berhiaskan lumut kerak dan sedikit lumut daun


Spesies Terdekat.
Kolibri memiliki kerabat terdekat dengan tipikal gaya hidup yang sama, yaitu kecil, penerbang cepat, dan sama - sama makan nektar, disebut dengan burung sunbird yang ada di wilayah pantai timur Afrika. Tapi keduanya bukan dari famili burung yang sama, kemiripan disebabkan karena proses evolusi konvergen.
Read More

Jumat, 30 Maret 2012

Kolibri , Burung Pemaster


Gudang Burung - Keaneka ragaman burung berkicau yang ada di Indonesia sangat banyak dan variatif,baik dari segi ocehan, warna bulu, bahkan fungsi dan kegunaannya.Burung berkicau lomba dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Menjamurnya lomba ocehan tersebut tentu membawa angin segar buat perkembangan komoditas perkicauan dan segala ikutannya, hingga dapat memberikan peluang kerja yang menarik buat para penghobi dan pelaku bisnis.



Lomba burung ocehan sepertinya menjadi daya tarik tersendiri untuk di simak, sebab rangkainnya dapat memberikan andil yang bermanfaat bagi semua orang terutama yang mau melongok dan tergugah mengolah peluang.
Sebut saja salah satu peluang yang satu ini sebenarnya tak memerlukan kecerdasan dalam menimbulkan detak ekonomi. Burung kolibri yang teramat kecil ternyata bisa di manfaatkan sebagai burung masteran yang bernilai jutaan rupiah yang hanya dengan memasterkan ke burung lain. 


Burung ini warnanya indah dan gerak geriknya licah bagai belut, sehingga di tangkap di dalam sangkarpun susah. Bunyi khas yang di miliki cit cit dan sebagainya itu, bila di dekatkan dengan burung yang cocok, akan cepat menjalar ke burung lainnya.


Burung yang mudah menerima suara kolibri termasuk banyak terutama Cendet, Kenari, dan Cucak Hijau, Ketiga burung tersebut apabila di master kolibri, akan memiliki suara yang apik dan lengkap, bahkan tatkala di lapang yang di master itu akan terdengar gacor dan ngeriwik, apalagi di tambah suara tembakan yang keras seperti suara tengkek buto dan lainnya 



Dapat meraih bendera koncer, saat burung sedang bertarung. Burung Kolibri dewasa ini, juga sudah di lombakan, dan asiknya bagi burung yang sudah meraih juara bisa bernilai jutaan. Sedang harga anakan di pasar burung sementara ini baru sekitar 50 ribu perekornya, harganyapun ngetop bila suaranya sudah terdengar.
Read More

Rabu, 28 Maret 2012

Kenari ''Spanish Trimbado''


‘Floreado’ dalam bahasa Spanyol adalah sebagai panggilan sebuah variasi lagu Timbrado yang dinamakan ‘floreo’. Floreo dapat diterjemahkan sebagai ‘flourish’ dan dalam bahasa Spanyol dan Inggris kata ini diadaptasi dari bahasa Latin, yakni ‘flos’ (flower) yang dapat diartikan sebagai perhiasan musikal. Floreo adalah variasi lagu utama Timbrado, nilainya tertinggi sampai 54 poin dan dapat dibentuk dari huruf vokal atau konsonan apapun, jadi dapat dikatakan variasi ini tidak harus menyanyikan lagu tertentu atau dalam kata lain bebas. 





Hal ini sangatlah penting bagi Spanish Timbrado yang membedakan burung ini dari Belgian Waterslager dan German Hartz Roller yang harus menyanyikan variasi lagu tertentu, dan kebebasan untuk bernyanyi dengan variasi yang beraneka ragam ini tetap diterima sejauh lagunya dinyanyikan dengan baik dan dengan karakterisitik suara yang khas dari Timbrado, metal dan jernih.

Akhir-akhir ini kata baru, floreado, menjadi sangat popular di Spanyol. Pecinta burung ini mengatakan bahwa Timbrado adalah bertipe ‘discontinuous’ karena burung ini biasanya bernyanyi tidak hanya variasi ‘fluorish’ tetapi juga standar variasi ‘discontinuous’ yang lain, seperti: ‘cluck’, ‘bell’, ‘variasi conjoined’ dan ‘slow water’. Variasi ‘semi continuous’, yakni: ‘jingle bell’, ‘watery bell’ dan ‘semi bound water’ juga diperbolehkan tetapi tidak menjadi variasi yang utama dalam nyanyiannya. Pada kenyataannya, nyanyiannya hanya ‘timbre’ dan ‘roll’, yang dinamakan variasi ‘continuous’.




Ada beberapa alasan untuk membenarkan adanya variasi lagu yang dilarang. Tanpa memperdulikan selera setiap hobiis, lagu ‘discontinuous’ sudah terbawa dari kenari liar, jadi hal ini adalah alasan logis yang harus disadari. Namun yang lebih penting daripada karakter yang khas dari setiap jenis: seperti Waterslager dengan lagu seperti air dan German Hartz Roller dengan lagu roll, lagu ‘discontinuous’ adalah fitur terkuat dari Timbrado dan untuk mendapatkan irama yang lamban dengan kualitas tinggi, tidak ada jalan lain selain membuang variasi ‘timbre’ dan ‘roll’. 



Hal ini, kenyataannya, poin awal yang logis dari lagu ‘floreado’ yang sudah dipraktekkan berabad-abad telah membuktikan tidak hanya untuk menjadi benar tetapi juga mengarahkan burung dengan alasan yang tidak terduga: seperti lagu ‘continuous’ dihapus dan kita memfokuskan kerja kita di irama yang lamban, nyanyian burung akan bertambah kompleks, membuat ‘polysyllabic fluourishes’ atau kombinasi beberapa variasi (‘cluck+flourish’, ‘water+cluck, …) yang dinyanyikan dalam satu suku kata, dimana hal ini disebut Timbrado ‘conjoined variations’.

Terakhir ada sebuah fitur signifikan lain di lagu floreado yang membuat unik dan ini diajarkan kepada anakan jantan muda. Hampir di semua anakan yan dalam taraf pemasteran, mereka belajar lagu ayahnya atau burung jantan lainnya dan hasil pemasteran yang sangat mempengaruhi adalah: warisan genetika burung, keahlian mempelajari dan corak lagu master. Anakan floreado tidak dididik dengan cara demikian, para peternak mencoba untuk mendidik secara eksklusif dengan potensi burung dari dalam yang hasilnya serupa dengan lagu secara genetic. Dalam kata lain, tanpa pengaruh besar dari master, setiap anakan akan bernyanyi seperti apa yang dia maui secara genetika.
Read More

Ciblek Keseluruhan

Burung ciblek di pasaran saat ini ada dua jenis yaitu Prinia familiaris familiaris dan Prinia familiaris olivaces. Kalau masih muda akan sangat sulit membedakan keduanya, tetapi ketika sudah dewasa akan mudah sekali membedakannya apalagi ketika berkicau.



Ciblek adalah sejenis burung pengicau dari suku Cisticolidae (pada banyak buku masih dimasukkan ke dalam suku Sylviidae). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai bar-winged Prinia, merujuk pada dua garis putih pada setiap sayapnya. Nama ilmiahnya adalah Prinia familiaris Horsfield..

Pada jenis Prinia familiaris familiaris warna bulu lebih gelap, garis putih di sayap lebih lebar, badan lebih lebar, dan dada tampak bidang, jantannya bersuara keras, tajam dan tebal membentuk vokal ciikrak…ciikrak.. yang dikombinasi suara cicitan, penyebarannya di daerah Jawa Timur, Bali dan Jawa Barat.
Pada Prinia familiaris olivaces warna bulu tampak lebih terang atau lebih muda, garis putih di sayap lebih pendek dan agak kecil, tubuh tampak ramping, serta dada tidak terlalu bidang, bulu dada jantannya hitam yang tampak tipis atau samar, kicauannya lebih menonjolkan jeritan panjang satu nada dan tidak membentuk vokal seperti ciikrak..ciikrak..cet..cet.. oleh karena vokal suaranya tidak terbentuk maka suara kicauannya terdengar tipis dan kurang keras. Penyebarannya di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.

Habitat:
Daerah sawah, kebun, ladang, pinggiran hutan dan di sekitar rumah penduduk, dari dataran rendah hingga pada ketinggian 1000 m dpl sangat mungkin dijumpai burung ciblek.
Read More

Sabtu, 24 Maret 2012

Kacer Hitam & Putih



Burung Kacer mempunyai kicauan yang merdu. Di Indonesia dikenal dengan nama Kucica mempunyai dengan nama latin Copsychus saularis, di negara Inggris disebut Magpie Robin. Burung kacer ini kalau kita amati memiliki bulu yang berwarna hitam dengan bulu yang berwarna kombinasi putih, terdapat di sebelah dada bawah dan sebagian sayap kiri dan kanan.
Sebagai burung yang mempunyai suara yang merdu nan indah, maka tidak heran kalau para kicau mania menjadikan burung ini sebagai salah satu buruan untuk di lombakan agar dapat didengarkan suara yang merdu tersebut.

Kalau sudah demikian ujung ujungnya pelomba biasanya akan di jual dengan nilai yang cukup tinggi Dengan meningkatnya para penghobi kacer, di berbagai daerah tentu populasi burung kacer ini, kemungkinan mengalami penurunan. Sampai ditulisnya ini usaha untuk menangkarkan burung kacer Di Indonesia sepertinya belum kelihatan secara signifikan signifikan. Bagi penangkar yang berusaha melestarikan yang benar perlu didorong agar satwa ini dapat lebih berkembang, sehingga tidak punah.

Di setiap daerah burung kacer bisa di jumpai terutama saat para EO menylenggarakan lomba burung ocehan dipastikan ada kelas kacer. Pengamatan majalahburungpas.com sepertinya burung yang dilombakan tersebut jarang dari hasil breeding,tetapi banyak dari hasil tangkapan di hutan. Walaupun diakui ada burung dari hasil tangkaran tetapi jumlahnya sangat sedikit, bahkan nyaris tidak ada.

Hal ini tentu berbeda dengan burung yang dilombakan lainnya misal, Kenari,Cucak rowo,Punglor kembang, Perkutut,dan Derkuku dalam setiap kontes sudah dari hasil tangkaran manusia. Kemunculan burung dari hasil breeding ditandai dengan dipasanganya ring di kaki burung tersebut. Keberadaan burung kacer banyak tersebar di Pulau Kalimantan,Sumatra,Jawa, Bali Sulawesi,NTB dan berbagai Negara tetangga seperti Filipina,Malaisya,dan negara Cina,Bahkan India juga tidak sedikit burung kacernya.

Dalam perilaku dan kehidupanya burung kacer menyukai dan menempati kawasan dataran rendah, ada yang berkembang biak di tepian hutan sekunder serta dekat pemukiman penduduk. Dari berbagai sumber yang PAS terima burung kacer yang berkembang juga bisa di daerah yang kurang pepohonannya. Di hutan bakau serta di pesisir pantai habitat ini juga menjadi sarang untuk berkembang. 

Di pulau Jawa burung kacer berkembang biak di bulan Januari sampai dengan bulan November akan tetapi puncak produksinya ada di sekitar bulan April. Sebagai burung pemakan serangga dari berbagai berjenis semisal

Jangkrik,Belalang,Tawon,Jongkang,Semut,kumbang,ulat,menjadikan burung ini selalu berpindah-pindah dalam setiap mencari makanan dan tempat untuk bersarangnya. Mencari makan dan berkembang biak biasanya burung kacer bila bertelur tidak jauh dari tempat pembuatan sarang yang dibuatnya. Kacer membuat sarang atau susuh sangat unik karena terdiri dari berbagai anyaman atau rajutan yang berupa ranting kecil,atau akar pohon dari cemara atau palem dan tambahan lainnya. 

Setiap bertelur kacer mengeluarkan jumlah telurnya antara dua sampai tiga butir. Telur yang keluar itu identik dengan warna hijau kebiru biruan dan kelihatan agak pucat, terdapat berbintik merahnya. Telur di erami sekitar sekitar 15 hari, kemudian menetas menjadi piyik. Burung ini bisa di bedakan jenis kelamin betina dan Jantan.

Para penghobi burung kacer bila ingin melihat jenis kelaminnya bisa dengan membedakan sebagai berikut : Ciri fisik burung kacer jantan bulu tampak mengkilat serta gerak - geriknya burung lebih gesit,saat berbunyi kicauannya terdengar lebih lengkap dan cerdas. Sedang untuk ciri betina bulu tampak berwarna agak coklat, tidak setajam Jantan dan kelihatan dengan jelas bulu agak kusam, ketika masih piyik juga tampak berbintik bintik/atau blentong-blentong.
Read More

Jumat, 23 Maret 2012

Ciri Branjangan Jantan


Gudang Burung - Apabila anda adalah salah satu penggemar branjangan atau calon penggemar burung yang bernama latin Mirafra Javanica ini, mungkin ada baiknya untuk mengetahui karakteristik atau ciri-ciri branjangan jantan terlebih dahulu. Ini cukup penting karena bagaimanapun juga, hanya branjangan jantan lah yang memiliki kicauan merdu dan kristal. Dan menurut beberapa sumber yang telah terkumpul, ternyata ciri-ciri branjangan jantantidak terlalu sulit untuk di amati. Apa saja itu? Simak saja catatan singkat cara membedakan branjangan jantan dan betina di bawah ini.
1. Ciri-ciri branjangan jantan
- Bulu di kedua pipi membuka keluar
- Ada bulu halus di dada kalau ditiup
2. Ciri-ciri branjangan betina
- Bulu di kedua pipi cenderung rata dan tidak membuka keluar layaknya branjangan jantan
- Dada branjangan betina mulus tanpa ada tambahan bulu halus
Mungkin ciri-ciri branjangan jantan dan betina diatas masih kurang lengkap. Meski demikian, tidak ada salahnya dicoba ketika kita pergi ke pasar burung atau ke pengepul.
Jikalau kawan-kawan memiliki tips atau cara membedakan branjangan jantan dan betina, mohon jangan sungkan untuk berbagi disini. Semakin banyak ciri-ciri branjangan jantanyang kita ketahui, akan semakin bagus bagi para penghobi agar tidak tertipu ketika ingin membeli.
Read More

Kamis, 22 Maret 2012

Melatih Branjangan


   Burung Branjangan atau dalam bahasa latinnya adalah Mirafra Javanica adalah sebenarnya spesies burung asli dari pulau jawa. Namun penyebarannya sampai ke pulau-pulau lain yang berada di Kepulauan Indonesia. Seperti : Sumatera, Kalimantan namun populasinya tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan keberadannya dipulau Jawa.Ukuran tubuh burung ini tidak begitu besar dan tidak begitu kecil namun karena suaranya yang nyaring dan pandai meniru suara burung kicauan lainnya sehingga banyak digemari oleh para hobies burung.


Burung ini sangat menyukai cuaca panas karena memang mendiami tanah sawah yang selesai di panen atau rerumputan yang pendek. Dulu burung ini masih banyak terlihat namun sekarang sangat sulit untuk ditemukan.
Bila memiliki Branjangan yang masih usia muda hutan sebenarnya mudah untuk dilatih agar dapat cepat bunyi dan tidak ngelabrak-ngelabrak kandang. Berdasarkan pengalaman dari beberapa penghobies bahwa burung Branjangan ketika masih usia muda hutan di gantang agak pendek sehingga terbiasa untuk dilewati orang atau dekat dilewati oleh kendaraan. 



Berilah telor semut atau kroto basah setiap hari secukupnya diberikan pagi dan sore harus habis jika tidak habis dibuang. Kemudian berilah ulat hongkong 3 ekor pagi dan sore.
Bila Anda di rumah memiliki lebih banyak burung kicauan maka akan lebih baik lagi hasilnya terutama untuk pemasteran. Setelah + 3 bulan akan terlihat hasilnya burung branjangan peliharaan kita.
Read More

Selasa, 20 Maret 2012

Kenari Malang


Sejak terjadinya krisis moneter di Indonesia sekitar tahun 1999,  yang berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, hal ini berdampak pula pada importir unggas,  burung impor susah didapat, nilai  kurs yang terlalu tinggi ditambah lagi wabah flu burung  yang memperketat masuknya unggas ke Indonesia membuat burung kenari impor susah didapat di pasar-pasar burung besar dan harganya melambung tinggi.

Kondisi demikian memacu para penangkar untuk mengembangkan kenari lebih optimal dan menjadi lahan pekerjaan. Di habitat asalnya burung kenari menyukai dataran tinggi hingga  1.500 dpl.  Family Canary termasuk jenis burung tropika yang suka bermigrasi pada saat musim dingin, mencari daerah berhawa sejuk untuk melakukan perkembang biakan.  Para penangkar kenari dari daerah Malang (Jawa Timur) dengan letak geografis alam yang berhawa sejuk sangat idel untuk perkembang biakan burung kenari.  Kondisi alam yang tepat membuat Malang berhasil menangkarkan kenari Holland secara masal.  Menjamurnya peternakan kenari di Malang membuat harga burung kenari hasil ternakan malang menjadi sangat murah.  Patut disayangkan,  guna menekan  harga yang murah  dengan perawatan dan gizi makanan yang minim sehingga berdampak pada kualitas  hasil penangkaran kenari Holland Malang menjadi  kurang baik dan rentan terhadap penyakit, seperti ;  kaki yang mudah bersisik, berjamur, postur yang kecil serta kualitas suaranya yang di bawah standard.  Namun demikian patut diacungkan jempol,  hasil penangkaran  masal kenari malang ini sudah merambah dan meramaikan  pasar-pasar burung di Indonesia  walaupun bukan strain baru tetapi  para penghobi menamainya dengan Istilah   Kenari Malang.
Read More