Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Burung Kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Kecil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2012

Tengkek Buto

 

Suara tengkek buto memang kurang begitu menarik jika di bandingkan dengan suara-suara burung seperti murai batu, kacer dan lain sebagainya. Tapi, di antara kicaumania, burung tengkek buto ini menjadi salah satu peliharaan karena dijadikan sebagai burung master. Suara kekekan tengkek buto menjadi sangat menonjol di arena lomba, dimana ada banyak burung yang hampir bersamaan berbunyi.

Di alam, burung tengkek buto suka bertengger di atas tambak ataupun sungai karena makanan utama mereka adalah ikan.  Sambil terbang, tengkek buto biasa menyambar ikan dari permukan air sambil terbang. Jika sudah di pelihara manusia, pakan utama burung yang mempunyai banyak jenis ini juga bisa di ganti dengan voer lele dan jangkrik serta hewan-hewan lain.
Read More

Rabu, 26 September 2012

Bondol Haji ( Lonchura maja )


Bondol Haji ( Lonchura maja ), pipit haji, atau yang dalam bahasa Jawa disebut emprit haji, adalah burung yang termasuk dalam suku Estrildidae hidup di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali dan pulau-pulau di sekitarnya. Burung ini dinamakan emprit haji karena bagian kepala hewan ini berwarna putih, yang seolah memakai peci putih yang dalam masyarakat Indonesia dipakai setelah pulang dari haji.


Asal mula dan filogeni emprit haji diperoleh Antonio Arnaiz-Villena et al. Estrildinae mungkin berasal dari India dan setelah itu menyebar (menuju habitat Afrika dan Samudra Pasifik).Bertubuh kecil (11 cm), burung ini berwarna putih cokelat seperti finch. Mirip dengan bondol oto-hitam namun pucat cokelat, sementara seluruh kepala dan tenggorokan putih. 

Burung muda berwarna cokelat pada bagian atas badannya, dengan tubuh bagian bawah dan wajah kuning tua. Iris berwarna cokelat; paruh abu-abu kebiruan; dan kaki biru pucat. Adapun suaranya bernada tinggi seperti seruling, berbunyi : "puip" bila mengelompok



Burung ini tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, Thailand & Vietnam selatan. Di introduksi di Jepang ( Osaka & Okinawa).Di Sumatera (termasuk pulau-pulau sekitarnya), Jawa dan Bali burung ini cukup umum dan tersebar luas sampai ketinggian 1.500 m dpl. Kebiasaan emprit ini sering mengunjungi rawa-rawa dan sawah, emprit ini suka memakan padi .

Mudah dijumpai, mengunjungi rawa dan rawa-rawa buluh sampai ketinggian 1.500 mdpl. Membentuk kelompok besar selama musim panen padi, tetapi tersebar berpasangan selama musim kawin. Tingkah laku umumnya seperti bondol (pipit) lain.Telurnya 4-5, terkadang 6, telur putih diletakkan pada sarang khas bondol yang berupa sarang berbentuk bola dari rumput. Di Jawa Barat, perkembangbiakan dimulai pada Februari. Ras; L.m. leucocephalus.


Read More

Jumat, 06 Juli 2012

Cikrak Dada Kuning ( Seicercus montis )


Cikrak dada-kuning ( Seicercus montis ) adalah spesies Pengicau dunia-lama pada familia Phylloscopidae (atau Sylviidae). Ia ditemukan di Indonesia , Malaysia, dan Filipina. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis atau hutan montane lembab tropis. Burung ini mudah dikenali karena terdapat semacam garis hitam yang tipis pada kepalanya yang didominasi bulu berwarna orange tua .
Read More

Minggu, 01 Juli 2012

Cabak Kota ( Caprimulgus affinis )

Savanna Nightjar (Caprimulgus affinis)


Cabak kota atau cabak-maling kota ( Caprimulgus affinis ) adalah sejenis burung cabak yang hidup di Asia Selatan dan Tenggara. Disebut cabak kota karena merupakan jenis cabak yang paling sering didapati di perkotaan. Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Savannah Nightjar.

Burung cabak yang berukuran agak kecil, panjang tubuh dari paruh ke ekor sekitar 22 cm. Berwarna seragam, burung jantan mempunyai bulu ekor terluar putih yang khas. Garis putih di tenggorokan digantikan dengan dua bercak putih di samping. Terdapat bercak putih pada sayap. Betina lebih kemerahan, tanpa tanda putih di ekor.Iris cokelat; paruh berwarna tanduk; kaki merah buram . Suaranya, "cwuirp, cwuirp..." dikeluarkan terus menerus sambil terbang.


Savanna Nightjar (Caprimulgus affinis)

Terbang berputar-putar pada senja dan dini hari, sambil mengeluarkan suara tinggi meratap: "cwuirp", berulang-ulang secara teratur. Tertarik dengan lampu-lampu kota untuk memburu serangga yang beterbangan di sekitarnya. Pada siang hari burung ini diam berbaring di atas tanah atau pada atap gedung yang rata di perkotaan. 

Cabak kota tercatat berbiak antara bulan Mei sampai Desember. Satu atau dua butir telurnya, berwarna kuning tua dengan bintik-bintik noda dan garis cokelat, diletakkan pada lekukan tanah yang digaruk. Tanpa bahan sarang apapun.
Read More

Jumat, 22 Juni 2012

Tiong-batu Kalimantan ( pityriasis gymnocephala )




Tiong-batu Kalimantan ( pityriasis gymnocephala ) adalah satu-satunya anggota dari keluarga burung pengicau Pityriaseidae dan genus Pityriasis. Ia merupakan spesies misterius dan jarang dijumpai dari kanopi hutan hujan Kalimantan.

Read More

Rabu, 13 Juni 2012

Sikatan-rimba Gunung ( Rhinomyias gularis )


Burung Sikatan-rimba Gunung ( Rhinomyias gularis ) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Muscicapidae. Dapat ditemui di Pulau Kalimantan. Habitat alaminya adalah pegunungan behutan lembap subtropis atau tropis.

Read More

Rabu, 30 Mei 2012

Cica Matahari ( Crocias albonotatus )


Spotted Crocias (Crocias albonotatus)\
Cica Matahari (Crocias albonotatus) adalah spesies burung dalam famili Timaliidae.Spesies ini endemik terhadap Indonesia.Burung ini kini terancam karena kehilangan habitat.
Read More

Selasa, 29 Mei 2012

Cabai Panggul-hitam ( Dicaeum monticolum )


Burung Cabai Panggul-hitam (Dicaeum monticolum) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Dicaeidae. Dapat ditemui di Indonesia dan Malaysia bagian utara Pulau Kalimantan. Habitat alamniya adalah hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis dan pegunungan berhutan lembap tropis atau subtropis.
Read More

Senin, 28 Mei 2012

Berencet Kalimantan ( Ptilocichla leucogrammica )

Burung Berencet Kalimantan (Ptilocichla leucogrammica) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Timaliidae. Dapat ditemukan di Brunei, Indonesia, dan Malaysia. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis dan rawa subtropis atau tropis. Burung ini terancam oleh hilangnya habitat mereka.

Read More

Minggu, 27 Mei 2012

Kancilan Kalimantan ( Pachycephala hypoxantha )

Bornean Whistler (Pachycephala hypoxantha)

Burung Kancilan Kalimantan (Pachycephala hypoxantha) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Pachycephalidae. Dapat ditemukan di Indonesia dan Malaysia.
Read More

Berencet Kerdil ( Pnoepyga pusilla )


Berencet Kerdil (Pnoepyga pusilla) adalah spesies burung dari keluarga Timaliidae. Berencet Kerdil dapat ditemukan di Bangladesh, Bhutan , Kamboja, Tiongkok, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand, dan Vietnam.

Habitat dari Berencet Kerdil adalah wilayah hutan dataran rendah dengan iklim subtropis atau tropis, selain itu dapat ditemukan di wilayah montane dengan iklim subtropis atau tropis.
Read More

Kamis, 24 Mei 2012

Opior Kalimantan ( Oculocincta squamifrons )


Burung Opior Kalimantan (Oculocincta squamifrons) adalah spesies burung di dalam keluarga Zosteropidae bermata putih. Burung ini monotypic dalam genus Oculocincta. Opior Kalimantan endemik rimba bukit dan rimba pegunungan daerah rendah Pulau Kalimantan bagian utara. Makanannya buah berry kecil, buah, biji, dan serangga, mencari makan dalam kawanan kecil 4 sampai 8 burung. Ia akan berhubungan dengan burung lain saat makan, termasuk mata-putih lainnya, burung-burung uncal, burung-burung yuhina. Spesies ini umum tetapi tidak mencolok.
Read More

Berencet Gunung ( Napothera crassa )


Burung Berencet Gunung (Napothera crassa) adalah salah satu spesies burung di dalam keluarga Timaliidae. Dapat ditemui di Indonesia dan Malaysia. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis dan pegunungan berhutan lembap subtropis atau tropis.
Read More

Minggu, 13 Mei 2012

Burung-Madu Rimba ( Hypogramma hypogrammicum )


Berukuran besar (15cm). Burung madu dengan tubuh bagian bawah sampai tenggorokannya bergaris-garis kuning yang menonjol. Jantan: belakang leher, punggung, dan penutup sayap ungu metalik.Iris merah atau coklat, paruh hitam, dan kaki coklat atau zaitun.

Suara :
"syiuwp" tunggal yang melengking.

Penyebaran global :
Cina barat-daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Kalimantan.

Penyebaran lokal :
Penetap yang umum pada hutan dataran rendah samai ketinggian 1000 n dpl di Sumatra dan Kalimantan (termasuk Natuna).


Kebiasaan :
Menyukai pohon-pohon kecil dan hutan sekunder, hutan rawa dan semak belukar. Sering terlihat memutar atau menaik-turunkan ekornya dengan cepat.
Read More

Sabtu, 12 Mei 2012

Pijantung Kecil ( Arachnothera longirostra )


Berukuran agak kecil (15 cm), berwarna zaitun dan kuning. Tubuh bagian atas hijau-zaitun, tubuh bagian bawah kuning terang. Tenggorokan abu-abu keputih-putihan khas.Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah abu-abu, kaki nila kebiruan.

Suara:
Tajam seperti suara bersi: “cik” sewaktu terbang. Nyanyian bernada tinggi sederhana:”tik-ti-ti-ti”, dengan nada pertama lebih tinggi dan ditekan, diulang tanpa henti, sekitar tiga nada per detik. “Wicow-wicow...” (Sumatera dan Kalimantan) atau“ciw-ciw-...” (Jawa dan Bali) yang diulang terus-menerus.

Penyebaran global:
India, Cina, Asia tenggara, Filipina, Semenanjung Malaysia, dn Sunda Besar.

Penyebaran lokal:
Cukup umum terdapat di hutan bukit dan dataran rendah di seluruh Sunda Besar (termasuk pulau-pulau kecil). Juga di gunung-gunung di Sumatera, Jawa, dan Bali, ditemukan sampai ketinggian 2.000 m.

Kebiasaan:
Suka bersembunyi, tinggal pada kerimbunan pohon, seperti pohon pisang liar dan jahe-jahean tinggi. Paling sering terlihat terbang melintasi jalan setapak dengan sangat cepat, sambil mengeluarkan suara yang khas. Juga ditemukan di hutan sekunder, perkebunan, dan pekarangan. Mengisap nektar dari bunga pisang dan jahe-jahean.

Read More

Jumat, 11 Mei 2012

Burung-Madu Polos ( Anthreptes simplex )


Berukuran sedang (12 cm). Tubuh bagian atas hijau zaitun, tenggorokan abu-abu dan perut hijau kekuningan. Jantan : dahi memiliki bagian gelap yang berpendar (hijau zaitun pada betina).Iris coklat kemerahan, paruh hitam, dan kaki coklat ayau kehijauan.


Suara :
Getaran khas dan kerikan metalik

Penyebaran global :
Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.


Penyebaran lokal :
Penetap yang umum tapi jarang terlihat di dataran rendah sampai ketinggiam 1200 m dpl di Sumatra (termasuk Nias) dan Kalimantan (termasuk Natuna). Juga umum ditemukan di tepi pantai pulau-pulau kecil.

Kebiasaan : Menyukai hutan terbuka dan semak belukar.



Read More

Jumat, 04 Mei 2012

Pijantung Tasmak ( Arachnothera flavigaster )



Berukuran besar (21 cm), berwarna zaitun, penutup telinga dan lingkar mata kuning. Perbedaan dengan Pijantung Telinga-kuning: ukuran lebih besar, paruh lebih pendek, penutup telinga lebih kecil, lingkar mata lebih lebar, garis pada dada dan tenggorokan lebih sedikit.
Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat kekuningan.


Suara:
Nada tinggi “chit chit”.Penyebaran global:
Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.




Penyebaran lokal:
Burung yang tidak umum di hutan terbuka Sumatra dan Kalimantan. Juga dapat ditemui di perkebunan kelapa, kebun pedesaan, dan belukar sampai pada ketinggian 1300 m. Di Kalimantan masih dapat ditemui sampai pada ketinggian 1800 m.

Kebiasaan:
Secara umum dapat ditemui di hutan sekunder. Sangat agresif dalam mempertahankan teretori mencari makan.
Read More

Kamis, 03 Mei 2012

Pijantung Gunung ( Arachnothera affinis )


Berukuran sedang (17 cm), berwarna hijau dan abu-abu. Tubuh bagian atas hijau-zaitun, tubuh bagian bawah abu-abu dengan coretan hitam halus pada dada yang merupakan ciri khasnya.
Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah lebih pucat, kaki merah jambu.


Suara:
Bunyi bercericit kasar. Pekikan bervariasi “cii wii dii wiit – tii rii”, “cii cii cer” dan bunyi lainnya.

Penyebaran global:
Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.

Penyebaran lokal:
Burung pijantung yang umum ditemukan di bukit dan hutan pegunungan serta hutan sekunder sampai ketinggian 900 m di Sumatra, Jawa dan Bali. Di Kalimantan, cukup umum menghuni hutan dataran rendah, hutan sekunder dan perbukitan sampai ketinggian 1000 m.

Kebiasaan:
Umumnya soliter. Sering datang ke pohon pisang liar dan pohon berbunga seperti dadap yang cukup tinggi dari permukaan tanah. Terbang rendah dan cepat melalui hutan seperti Pijantung Kecil. Bisa hidup di tempat yang lebih tinggi.





Makanan:
Laba-laba, bunga pisang, biji, litu Hemoptera, tenggeret, kunang-kunang.

Perkembangbiakan:
Telur dua butir berbintik coklat atau abu-abu, diletakkan dalam serang yang indah melekat di bagian bawah daun yang lebar dengan jalinan jaring laba-laba. Sarang bagian luar tertutup oleh potongan bunga dan batang-batang tumbuhan. Di Jawa tercatat bersarang pada bulan April, Mei, dan bersarang lagi bulan Oktober dan November.
Read More

Burung-Madu Jawa ( Aethopyga mystacalis )


Berukuran kecail (12 cm termasuk ekornya yang panjang), berwana merah terang (jantan). Jantan : mahkota, setrip malar, dan ekor yang panjang ungu gelap mengkilap; kepala, dada dan punggung merah padam, tunggir merah muda, sayap berwarna zaitun, perut abu-abu muda. Perbedaannya dengan burung-madu sepah-raja : dahi merah, ekor lebih panjang, dan perut putih. Betina : sangat kecil warna abu-abu-zaitun buram. Ciri khasnya : sapuan merah pada sayap dan ekor.Iris coklat tua, paruh dan kaki coklat.


Suara :lembut, berdering "Tziip-tziip...." diulangi terus menerus.

Penyebaran global:endemik di Jawa.


Penyebaran lokal :cukup umum terdapat dihutan dan pinggir hutan, sampai ketinggian1.600 m di Jawa. Di Bali tidak tercatat. Kebiasaan:hidup berpasangan, agak ribut. Tinggal pada tajuk atas, sering mengunjungi bunga benalu.


Makanan:Bunga, nektar, biji, serangga, dan laba-laba.

Perkembangbiakan:Sarang menggantung seperti burung madu lainnya. Telur 1-2 berwarna coklat berbintik putih. Tercatat berbiak dari Mei-Maret di Jawa Barat.

Read More

Rabu, 02 Mei 2012

Pijantung Whitehead ( Arachnothera juliae )


Berukuran sedang (18 cm), berwarna coklat dengan garis putih melintang. Ekor dan sayap kehitaman. Punggung dan penutup sayap bawah kuning
Iris coklat, paruh hitam, dan kaki hitam.


Suara:
Suara pekikan yang keras dan diulang-ulang ketika terbang. Suara bercericit panjang dan nyanyian bernada tinggi

Penyebaran global:
Endemik Kalimantan.

Penyebaran lokal:
Menghuni pegunungan tinggi di Kalimantan utara. Tercatat di peg. Kinabalu ke selatan sampai Usun Apau dan gunung Dulit, serta di gunung Mulu. Secara lokal umum ditemui di hutan pegunungan dari 1000-1500 m..




Kebiasaan:
Lebih banyak menghabiskan waktunya di tajuk teratas pohon dibanding burung pijantung lainnya. Mencari makan diantara rumpun anggrek di hutan yang berlumut.
Read More