Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Burung Pemangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Pemangsa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Elang-Rawa Katak ( Circus aeruginosus )

Berukuran sedang (50 cm) berwarna gelap.Jantan: seperti Elang-rawa Timur jantan yang hampir dewasa, tetapi kepala lebih kuning tua dan kurang coretan gelap. Betina dan remaja: mirip Elang-rawa Timur, tetapi warna coklat pada punggung lebih gelap, ekor tidak bergaris-garis, dan mahkota tanpa garis tebal gelap. Bercak putih (jika ada) di bawah bulu primer, tanpa bintik-bintik gelap.Iris kuning, paruh hitam dengan sera abu-abu, tarsus telanjang, kaki abu-abu.

Suara :
Biasanya diam.

Penyebaran global :
Berbiak di Palearktik barat dan tengah sampai Cina barat. Pada musim dingin bermigrasi ke selatan sampai Afrika, India, dan Semenanjung Malaysia.

Penyebaran lokal :
Satu ekor pernah di koleksi di Sumatra Utara. Jumlah relatif dari kedua jenis Elang-rawa tersebut tidak diketahui di Sunda Besar, besar kemungkinan keduanya masih dapat ditemukan.

Kebiasaan :
Terbang rendah diatas vegetasi rawa, mengejutkan mangsa dengan menukik cepat menyerang mangsa. Mendiami habitat hutan rawa dan hutan lahan basah lain (danau, bendungan, sungai) yang luas dan bervegetasi rapat. Juga hidup di daerah terbuka dan padang rumput yang dekat dengan daerah perairan, di Asia masih dapat ditemukan sampai ketinggian 2000 m.

Makanan:
Oportunis yang cerdik dengan variasi makanan yang luas, tergantung ketersedian pakan di habitatnya. Memakan telur, anakan, dan burung dewasa yang berukuran kecil-sedang, biasanya burung perairan, seperti: belibis, burung pantai, mandar. Makanan lainnya tikus dan kelinci. Juga memangsa burung besar yang terluka (seperti: bebek, angsa)
Read More

Rabu, 21 Maret 2012

Baza Pacific ( Aviceda subcristata )

Berukuran 93 cm. Elang berukuran sedang dengan bagian bawah pucat, palang hitam tebal di sisi tubuh, dan penutup ekor bawah kayu-manis dan bulu-bulu ketiak hitam. Mahkota tengkuk atas yang kecil biasanya terlihat jelas.

Suara :
Panggilan “pee peow.. pee peow” bernada tinggi dan berulang-ulang, panggilan bernada dua, atau “peecho.. peecho”, nada pertama tinggi, berikutnya menurun dan lebih besar.

Penyebaran global:
Australia, Kep. Solomon, Nusa Tenggara, dan Papua.

Penyebaran lokal:
Nusa Tenggara, Papua dan pulau-pulau satelitnya sampai ketinggian 1250 m.


Kebiasaan:
Sendirian, berpasangan, atau kadang dalam kelompok kecil, di dalam dan tepi hutan terbuka, serta semak belukar. Burung yang pemalas. Terbang pada ketinggian sedang, melambung tajam ke atas, mengepakkan sayap berkali-kali, kemudian menukik kebawah. Gerakan ini dilakukan berulang-ulang.
Makanan: Memakan artropoda, kadal, katak, ular, dan buah.
Read More

Selasa, 20 Maret 2012

Elang - Alap Sosonokan ( Accipiter poliocephalus )


Berukuran sedang (33-41 cm). Elang-alap abu-abu pucat dan putih yang mencolok, dengan tungkai, sera dan lingkar mata kejinggaan. Iris mata berwarna gelap. Remaja hampir sama dengan dewasa tetapi bagian bawahnya bercoret halus dan jarang.

Suara :
Serangkaian nada sangat tinggi, menyambung naik samar dan cepat, lebih cepat dari jenis Elang-alap lain di Papua.

Penyebaran global :
Papua dan Papua Nugini.

Penyebaran lokal :
Seluruh Papua dengan pulau-pulau satelitnya sampai pada ketinggian 1500 m.

Kebiasaan :
Tidak mencolok, menghuni hutan bagian dalam serta tepi hutan. Biasanya suka bertengger atau terbang di dekat tepi hutan. Bertengger di dahan yang tersembunyi, dan kemudian menyerang secara cepat dan tiba-tiba mangsa yang berada dalam jangkauan.

Makanan:
Kadal kecil dan artropoda.

Perkembangbiakan:
Tidak tersedia informasi yang memadai.
Read More

Senin, 19 Maret 2012

Elang Ikan - Kecil ( Ichthyophaga humilis )

lesser fish-eagle (Ichthyophaga humilis) at Dusit Zoo
Berukuran sedang (60 cm) berbulu kecoklatan. Kepala, leher dan dada abu-abu, perut putih. Dibandingkan Elang-ikan Kepala-kelabu: ukurannya lebih kecil dan ekor gelap. Remaja: warna coklatnya lebih pucat dan tubuh bagian bawah kuning tua polos. Iris kuning atau coklat, paruh abu-abu gelap, kaki abu-abu.



Suara :
Kadang-kadang bersuara meratap dalam seri “haak-haak-....”.

Penyebaran global :
Himalaya, Asia Tengara, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi.

Penyebaran lokal dan status :
Di Sumatra dan Kalimantan tidak umum dijumpai di sungai-sungai dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1000 m.


Kebiasaan :
Ditemukan di hutan-hutan pinggir sungai dan hutan rawa sampai ketinggian 1000 m, menangkap ikan dari dekat permukaan air.
Makanan:
Makanan utamanya adalah ikan. Bergerak cepat dari tenggeran yang dekat dengan aliran air ke permukaan air untuk menangkap ikan. Menghabiskan waktu dengan berpindah-pindah tempat bertengger di pinggir sungai atau danau dan hanya sesekali soaring.
Perkembangbiakan:
Sarang berukuran besar di pohon yang tinggi dekat dengan aliran sungai. Jumlah telur 2-4 butir, informasi mengenai masa pengeraman dan anakan tumbuh dewasa belum tersedia.Berukuran sedang (60 cm) berbulu kecoklatan. Kepala, leher dan dada abu-abu, perut putih. Dibandingkan Elang-ikan Kepala-kelabu: ukurannya lebih kecil dan ekor gelap. Remaja: warna coklatnya lebih pucat dan tubuh bagian bawah kuning tua polos.

Iris kuning atau coklat, paruh abu-abu gelap, kaki abu-abu.

Suara :
Kadang-kadang bersuara meratap dalam seri “haak-haak-....”.

Penyebaran global :
Himalaya, Asia Tengara, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi.

Penyebaran lokal dan status :
Di Sumatra dan Kalimantan tidak umum dijumpai di sungai-sungai dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1000 m.




Kebiasaan :
Ditemukan di hutan-hutan pinggir sungai dan hutan rawa sampai ketinggian 1000 m, menangkap ikan dari dekat permukaan air.

Makanan:
Makanan utamanya adalah ikan. Bergerak cepat dari tenggeran yang dekat dengan aliran air ke permukaan air untuk menangkap ikan. Menghabiskan waktu dengan berpindah-pindah tempat bertengger di pinggir sungai atau danau dan hanya sesekali soaring.

Perkembangbiakan:
Sarang berukuran besar di pohon yang tinggi dekat dengan aliran sungai. Jumlah telur 2-4 butir, informasi mengenai masa pengeraman dan anakan tumbuh dewasa belum tersedia.
Read More

Minggu, 18 Maret 2012

Elang - Alap Mantel Hitam ( Accipiter melanochlamys )


Berukuran sedang (36 cm). Elang-alap di hutan pegunungan. Sangat gelap, tubuh bagian bawah tanpa palang, tubuh bagian atas hitam kelam, sera kuning, dan kerah coklat tua. Remaja: tubuh bagian atas coklat-arang, kerah berwarna pucat pudar, tubuh bagian bawah puti, sayap bawah berpalang dan dada bercoret.

Suara :
Seperti Elang-alap lainnya. Serangkaian nada yang tinggi, lemah, dan cepat. Nada “wea-wea-wea-wea-wea....” atau “di-di-di-di-...” yang meninggi, kemudian rendah.

Penyebaran global :
Papua dan Papua Nugini.



Penyebaran lokal :

Di Papua dapat ditemui di jajara Pegunungan Tengah, dan daerah Kepala Burung, umumnya pada ketinggian 1800-3100 m.

Kebiasaan :
Hidup di hutan pegunungan, baik di bagian dalam maupun tepi hutan. Terbang mengitari hutan untuk menemukan burung merpati. Mengejar kumpulan burung merpati yang terbang di udara atau di tepian hutan, menukik dengan cepat dan langsung menyerang kelompok burung.

Makanan:
Terutama burung, termasuk merpati-gunung. Juga memakan mamalia kecil, katak, dan serangga.

Perkembangbiakan:
Sarang di bangun di pohon yang tinggi di bagian dalam hutan. Burung jantan pernah ditemukan dalam kondisi siap kawin pada bulan Oktober. Informasi lebih jauh belum tersedia.
Read More

Jumat, 16 Maret 2012

Elang - Alap Ekor Totol ( Accipiter trinotatus )


Berukuran kecil (29-31 cm). Tubuh bagian atas berwarna hitam kebiruan. Ekor bagian atas hitam dengan 2-3 totol putih yang menonjol. Tubuh bagian bawah putih bersemu merah pada dada dan perut bagian atas. Bersayap pendek dengan paruh yang tebal. Kaki panjang serta cakar pendek efektif untuk menangkap kadal sebagai makanan utamanya.Iris coklat kemerahan, sera jingga, kaki kuning mengkilat.

Suara :
Sering mengeluarkan suara panggilan “hee” yang diulang 4-6 kali. Juga mengeluarkan suara seperti kucing.

Penyebaran global :
Endemik Sulawesi.


   
Penyebaran lokal:
Endemik Sulawesi dan pulau-pulau satelitnya seperti Talisei, Muna, dan Buton.
Menyukai habitat hutan primer di dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1600 m. Juga masih dapat ditemui di hutan mangrove, hutan sekunder yang lebat dan bervegetasi tinggi.

Kebiasaan :
Bergerak dari satu tenggeran ke tenggeran lain yang tersembunyi, menyerang mangsa dengan tiba-tiba dari tempat bertengger. Dapat ditemui dari puncak tajuk pohon sampai di permukaan tanah.

Makanan:
Terutama memakan kadal kecil dan ular. Juga memakan katak, siput, belalang, dan terkadang kelelawar atau burung kecil.

Perkembangbiakan:
Belum ada informasi mengenai perkembangbiakan.
Read More

Elang Rawa - Katak ( circus aeruginosus )


Berukuran sedang (50 cm) berwarna gelap.Jantan: seperti Elang-rawa Timur jantan yang hampir dewasa, 
tetapi kepala lebih kuning tua dan kurang coretan gelap. Betina dan remaja: mirip Elang-rawa Timur, tetapi warna coklat pada punggung lebih gelap, ekor tidak bergaris-garis, dan mahkota tanpa garis tebal gelap. Bercak putih (jika ada) di bawah bulu primer, tanpa bintik-bintik gelap. Iris kuning, paruh hitam dengan sera abu-abu, tarsus telanjang, kaki abu-abu.

Suara :
Biasanya diam.

Penyebaran global :
Berbiak di Palearktik barat dan tengah sampai Cina barat. Pada musim dingin bermigrasi ke selatan sampai Af
rika, India, dan Semenanjung Malaysia.




Penyebaran lokal :
Satu ekor pernah di koleksi di Sumatra Utara. Jumlah relatif dari kedua jenis Elang-rawa tersebut tidak diketahui di Sunda Besar, besar kemungkinan keduanya masih dapat ditemukan.

Kebiasaan :
Terbang rendah diatas vegetasi rawa, mengejutkan mangsa dengan menukik cepat menyerang mangsa. Mendiami habitat hutan rawa dan hutan lahan basah lain (danau, bendungan, sungai) yang luas dan bervegetasi rapat. Juga hidup di daerah terbuka dan padang rumput yang dekat dengan daerah perairan, di Asia masih dapat ditemukan sampai ketinggian 2000 m.




Makanan:

Oportunis yang cerdik dengan variasi makanan yang luas, tergantung ketersedian pakan di habitatnya. Memakan telur, anakan, dan burung dewasa yang berukuran kecil-sedang, biasanya burung perairan, seperti: belibis, burung pantai, mandar. Makanan lainnya tikus dan kelinci. Juga memangsa burung besar yang terluka (seperti: bebek, angsa)
Read More

Elang - Alap Dada Merah ( Accipiter rhodogaster )


Berukuran kecil (28-33 cm).Tubuh bagian atas abu-abu, tubuh bagian bawah putih. Ekor bagian atas abu-abu bergaris hitam. Pipi dan mahkota kepala kehitaman. Burung muda: tubuh bagian atas berpalang merah-karat, tubuh bagian bawah putih pucat bergaris-garis coklat.Iris kuning, sera kuning kehijauan, kaki kuning.

Suara :
Tidak tersedia informasi.

Penyebaran global :
Endemik Sulawesi.



Penyebaran lokal dan status :
Burung penetap di Sulawesi termasuk pulau-pulau satelitnya: Muna, Butung, Banggai, Peleng, dan Sula.

Kebiasaan :
Menyukai habitat hutan primer dan hutan sekunder yang sudah tua sampai pada ketinggian 2000 m. Masih dapat ditemui di hutan mangrove dan daerah pertanian. Belum ada informasi mengenai perilaku makan.

Makanan:
Dari analisis isi perut: serangga, kadal, tupai, tikus, dan burung kecil.



Perkembangbiakan:

Informasi tidak tersedia.
Read More

Kamis, 15 Maret 2012

Elang Buteo ( buteo buteo )


Berukuran besar (55 cm). Tubuh bagian atas coklat kemerahan gelap ; sisi muka kuningtua, bercoret kemerahan dengan garis kumis coklat berangan yang terlihat jelas. Tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan coretan tebal kemerahan. Iris kuning sampai coklat, paruh abu-abu dengan ujung hitam, sera dan kaki kuning. Terbang ; sayap bulat lebar bercak putih pada bagian pangkal bulu-bulu primer terlihat jelas;membubung tinggi membentuk huruf “V”


Suara :
Seperti rintihan “piiyu” mengeong keras.

Penyebaran global:
Berbiak di Paleartik, pada musim dingin menyebar ke selatan sampai Afrika, India, dan Asia tenggara.

Penyebaran lokal:
Hanya sedikit catatan di Jawa dan Bali. Diperkirakan sebagai pengembara atau pengunjung musim dingin di Sumatera.

Kebiasaan:
Menyukai daerah pedesaan yang terbuka, terbang tinggi berputar-putar mengikuti udara panas, atau beristirahat pada cabang-cabang pohon yang mencolok. Salah satu elang yang secara teratur melayang-layang diam sambil mengepak-epakan sayapnya. Terbang soaring di daerah terbuka di dekat hutan untuk mencari mangsa. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan bertengger di pohon terbuka, melihat sekeliling untuk menentukan lokasi mangsa. Sebagian besar mangsa ditangkap di atas tanah.

Makanan:
Jenis pakan menyesuaikan kondisi lingkungan dan musim. Makanan utamanya tikus, hamster, dan kelinci. Juga memakan serangga, reptil, amfibi, burung, dan sesekali bangkai hewan.

Perkembangbiakan:
Mulai mengerami telur Maret-Mei. Sarang biasanya dibuat pada pohon yang besar di dekat tepian hutan. Setiap pasangan memiliki lebih dari satu sarang, kadang menggunakan sarang dari burung raptor lain. Umumnya telur 2-4 butir yang dierami selama 35-39 hari, terutama oleh betina, sedangkan jantan lebih banyak bertugas mencari makan. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang usia 50-60 hari. Burung tertua yang pernah tercatat berusia lebih dari 25 tahun.
Read More

Elang Kelabu ( Butastur indicus )


Berukuran sedang (45 cm). Berwarna kecoklatan dengan dagu putih yang mencolok, disertai garis hitam di tengah kerongkongan dan kumis hitam. Bagian sisi kepala kehitaman, dimana bagian atasnya bercoret dan bergaris kehitaman. Dada coklat bercoret hitam, sedangkan tubuh bagian bawah lain bergaris-garis coklat kemerahan. Terdapat garis tebal dan lebar pada ekor. Iris kuning, paruh abu-abu, sera dan kakikuning.

Suara :
Getaran “cit-kwii” dengan nada kedua meninggi.

Penyebaran global :
Berbiak di Asia timur laut. Pada musim dingin ke se;atan sampai Asia Tenggara, Filipina, dan Indonesia.

Penyebaran lokal :
Pengunjung musim dingin atau pengembara sampai Sunda Besar. Tidak jarang di Kalimantan bagian utara dan Sumatra, tetapi jarang sampai Jawa. Di Papua dapat dijumpai di Kelompok pulau Papua Barat

Kebiasaan :
Mendiami daerah berhutan sampai ketinggian 1500 m. Terbang agak pelan dan susah payah. Suka berburu dari tempat bertengger di pohon, biasanya di percabangan tertinggi pohon yang mati. Menunggu kemunculan mangsa, kemudian menukik tajam untuk menangkapnya. Biasanya mencari makan di pagi dan sore hari.

Makanan:
Terutama memakan katak, ular, kadal, tikus, dan terkadang burung.

Perkembangbiakan:
Mulai mengerami telur bulan Mei. Sarang berukuran kecil yang biasanya ditempatkan pada pohon berduri jarum (misal: pinus), 4-14 m di atas permukaan tanah.telur 2-4 butir yang dierami selama 28-30 hari. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarangumur 34-36 hari.
Read More

Rabu, 14 Maret 2012

Elang Bonelli( hieraaetus fasciatus )

Bonelli's Eagle Hieraaetus fasciatus
Berukuran sedang (65-72 cm). Tubuh bagian bawah coklat gelap bergaris-garis putih. Mantel abu-abu pucat, ekor abu-abu dengan ujung gelap. Betina berukuran lebih besar, garis-garis pada tubuh bagian bawah lebih lebat. Burung muda berwarna colat gelap, tubuh bagian bawah dan penutup sayap coklat-kemerahan. Bercak putih pada punggung dan ekor lebih sedikit.

Suara :
Nada “kii-kii-kii” yang tinggi ketika musim berbiak.

Penyebaran global :
Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Cina, Asia Tenggara, Nusa Tenggara, Timor Leste.



Penyebaran lokal :
Nusa Tenggara. Menyukai daerah tropis yang hangat, hidup di padang rumput yang luas, daerah pertanian, dan lahan basah sampai ketinggian 2000 m.

Kebiasaan :
Mendiami hutan di dekat perairan atau di dekat lokasi pakan. Biasanya berburu sendirian atau berpasangan. Sebagian besar mangsa ditangkap di permukaan tanah, sesekali mengejar burung yang terbang.

Makanan:
Burung berukuran sedang: merpati, camar, gagak, kuntul, bangau; mamalia: kelinci, tikus, tupai; reptil: kadal.




Perkembangbiakan:
Sarang berbentuk kantung dari rumput yang tergantung pada dahan yang rendah dan terjalin dengan kapas alang-alang. Telur 2 butir berwarna keputihan berbintik abu-abu putih. Berbiak sepanjang tahun
Read More

Selasa, 13 Maret 2012

Rajawali Ekor-Baji ( Aquila audax )


Berukuran sangat besar (80-100 cm). Rajawali yang sangat besar, berwarna gelap dengan ekor baji yang mencolok.ketika terbang, ujung sayap diangkat ke atas. Pangkal bulu-buku terbang burung remaja berbercak putih.

Suara :
“peer-yu” lemah

Penyebaran global :
Papua dan Australia.

Penyebaran lokal :
Di Papua hanya ada di dataran rendah Trans-Fly.



Kebiasaan :
Mencari makan di atas savana, menangkap Walabi (sejenis kanguru) dan mendatangi bangkai. Sering terbang melambung sampai tinggi.

Makanan:
Mamalia: kanguru, walabi, kambing, kucing, anjing; burung: gagak, kakatua, merak, bangau; reptil: bunglon raksasa, biawak, ular; dan bangkai hewan.




Perkembangbiakan:
Musim berbiak Agustus-September, atau Januari-Februari untuk Australia bagian utara. Sarang biasanya berada pada pohon tertinggi, berukuran besar, dan tersusun atas batang pohon yang dijaling dengan dedaunan. Jumlah telur 1-3 (biasanya 2) yang dierami selama 42-48 hari. Anakan belajar terbang dan meninggalkan sarang usia 79-95 hari. Burung muda mulai masak kawin setelah berumur 3 tahun.
Read More

Senin, 12 Maret 2012

Elang - Alap Coklat ( Falco berigora )



Berukuran besar (41-53 cm). Tubuh bagian atas dan bawah bertotol coklat. Bulu-bulu tengkuknya tampak berantakan seperti alap-alap lainnya. Mengalami fase pucat dan fase gelap. Tungkai kehijauan.

Suara :
Serangkaian teriakan yang sangat cepat dengan satu nada


Penyebaran global :
Papua dan Australia.


Penyebaran lokal dan status :
Di seluruh Papua, kecuali kawasan Barat Daya dan Daerah Kepala Burung, dapat ditemukan sampai ketinggian 1800 m.




Kebiasaan :
Alap-alap besar yang terbang lambat di pedesaan. Sering bertengger di cabang terbuka yang menjuntai ke padang rumput, dan memangsa buruannya di atas tanah. Perilaku lebih mirip Elang-rawa, terbang dengan mengepakkan sayapnya secara santai, meluncur dengan sayap terangkat, dan melayang-layang kikuk.


Makanan:
Kadal, ular, mamalia pengerat, dan artropoda.
Read More

Minggu, 11 Maret 2012

Elang Ular ( Circaetus gallicus )


Berukuran besar (65 cm) berwarna pucat. Tubuh kekar, bagian atas coklat keabu-abuan, bagian bawah putih dengan coretan gelap, tenggorokan dan dada coklat. Terdapat garis-garis melintang yang samar pada perut dan empat garis melintang yang samar pada ekor.


Remaja berwarna lebih pucat dari dewasa. Pada waktu terbang, sayap terlihat lebar dan panjang, dengan garis panjang mencolok pada penutup sayap dan bulu terbang. Iris kuning, paruh hitam dengan sera abu-abu, kaki kehijauan.

Suara :
Biasanya diam pada musim dingin, kadang-kadang mengeong meratap.

Penyebaran global :
Afrika, Erasia, India, Cina utara, Jawa dan Nusa Tenggara.

Penyebaran lokal :
Tercatat di Jawa Timur (biasanya di T.N. Baluran) dan Bali. Asalnya tidak diketahui dengan pasti, mungkin pengembara dari populasi penetap di Nusa Tenggara. Migran dari daratan Asia dapat mencapai Sunda Besar dan Nusa Tenggara secara teratur.



Kebiasaan :
Menghuni pinggir hutan dan semak sekunder. Terbang melingkar dan meluncur dengan sayap yang cibentangkan lurus dan datar. Seperti alap-alap raksasa, sering melayang-layang diam sambil mengepakkan sayapnya.

Makanan:
Verteberata kecil, terutama ular. Juga memakan reptil seperti kadal, bunglon, tekek, belut dan biawak. Terkadang memakan burung, amfibi dan mamalia kecil antara lain tikus, kelinci, tupai..



Perkembangbiakan:
Sarang di percabangan pohon yang tidak terlalu tinggi, berukuran kecil, dan tersusun dari batang dan cabang pohon yang di jalin dengan daun dan rerumputan. Membangun sarang baru setiap tahun, meskipun masih merawat sarang yang lama. Telur 1 butir yang dierami 45-57 hari, terutama oleh betina. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang umur 60-80 hari. Burung tertua yang pernah tercatat berusia 17 tahun.
Read More

Sabtu, 10 Maret 2012

Elang-Ikan Kepala Abu ( ichthyophaga ichthyaetus )

Berukuran besar (70 cm) berwarna abu-abu, coklat, dan putih.Dewasa: kepala dan leher abu-abu, dada coklat; sayap dan punggung coklat gelap; perut, paha, dan pangkal ekor putih; ujung ekor bergaris lebar hitam. Remaja: bagian atas coklat kekuningan, bagian bawah bercoret coklat dan putih; ekor coklat mengkilap dengan ujung bergaris hitam . Iris coklat sampai kuning, paruh dan sera abu-abu, tungkai tanpa bulu, dan kaki putih sampai kuning.

Suara :
Teriakan nyaring sengau “awh-awhrr” dalam seri yang khas.



Penyebaran global :
India, Asia Tenggara, Filipina, Sulawesi, dan Sunda Besar.

Penyebaran lokal :
Tidak umum, tetapi penyebarannya luas di sepanjang sungai di Sumatra dan Kalimantan. Sekarang jarang ditemukan di Jawa Barat. Pernah ditemukan di Jawa Timur, tetapi tidak ada catatan terbaru.

Kebiasaan :
Sering mengunjungi daerah perairan, sungai danau, dan paya di hutan dataran rendah. Menukik menerkam ikan ketika terbang atau dari posisi bertengger di pohon. Jarang terbang melayang-layang.

 

Makanan:
Ikan


 

Perkembangbiakan:
Membuat sarang yang sangat besar dari tangkai dan ranting. Menggunakan sarang yang sama sepanjang tahun. Telur 1-2 berwarna putih kotor.
Read More

Elang Rawa - Tutul ( Circus assimilis / Spotted Harrier )



Berukuran sedang (50-61 cm), jangkung dan langsing. Jantan berukuran lebih kecil dibanding betina. Tubuh bagian bawah berwarna abu-abu kebiruan dan merah karat dengan totol-totol putih. Kepala dan muka merah karat bergaris abu-abu, dengan tipe muka mirip dengan burung hantu. Tubuh bagian atas abu-abu. Ekor ber-strip gelap dengan ujung ekor putih. Kaki dan ekor relatif panjang.Iris kuning pucat, sera kuning pucat, kaki hitam.

Suara:
Biasanya diam. Teriakan “wik-wik-wik” yang nyaring dan tajam, serta panggilan “kikikikik...” yang cepat dan diulang-ulang.

Penyebaran global:
Australia, Sulawesi, Maluku, Sumba, dan Timur.
   
Penyebaran lokal:
Burung penetap di Sulawesi dan Kep. Sula (Maluku), serta burung migran di Sumba dan Timur. Mendiami habitat savana, padang rumput dengan sedikit pohon, lahan pertanian sampai ketinggian 1000 m, secara umum menghindari daerah perairan.

Kebiasaan:
Seringkali terlihat sendirian atau berpasangan, kadang dalam kelompok kecil sampai 5 individu. Monogami dan memiliki teretori terbang luas. Jantan terbang tinggi mengitari daerah teretorinya, jarang terlihat terbang berpasangan. Bertengger di tempat terbuka. Satu-satunya keluarga Elang-rawa yang memiliki kebiasaan bersarang pada pohon yang masih hidup.

Makanan:
Burung terestrial (gemak, pipit, bondol), tikus, reptil, dan sesekali bangkai hewan.
    

Perkembangbiakan:
Musim berbiak pada bulan Juli-Desember, tetapi waktu bersarang dapat terjadi kapan saja tergantung curah hujan dan ketersediaan pakan. . Telur 2-4 (biasanya 3) yang dierami 32-34 hari. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang setelah 36-43 hari. Anakan menjadi dewasa dan masuk usia masak kawin setelah 2 tahun. Sarang tersusun atas ranting dan dedaunan pohon, lebar sarang 40-70 cm. Sarang biasanya diletakkan pada pohon yang masih hidup (ciri khas genus circus) 2-15 m di atas permukaan tanah.
Read More

Jumat, 09 Maret 2012

Elang-Ular Bido ( Spilornis cheela / Crested Serpent Eagle )



Berukuran sedang (50 cm), berwarna gelap. Sayap sangat lebar membulat, ekor pendek. Dewasa: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah coklat. Perut, sisi tubuh, dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor.


Jambulnya pendek dan lebar, berwarna hitam dan putih. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Pada waktu terbang, terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pad pinggir belakang sayap. Ras Kalimantan berwarna lebih pucat dan coklat. Remaja: mirip dewasa, tetapi lebih coklat dan lebih banyak warna putih pada bulu. Iris kuning, paruh coklat-abu-abu, kaki kuning.

Suara:
Sangat ribut, melayang-layang di atas hutan, mengeluarkan syara nyaring dan lengking “kiu-liu”, “kwiiik-kwi”, atau “ke-liik-liik” yang khas, dengan tekanan pad dua nada terakhir, dan “kokokoko” yang lembut.
   

Penyebaran global:
India, Cina selatan, Asia tenggara, Palawan, dan Sunda Besar.

 

Penyebaran lokal:
Terdapat di seluruh Sunda Besar dan mungkin merupakan elang yang paling umum di daerah berhutan sampai pada ketinggian 1.900 m.

  

Kebiasaan:
Sering terlihat terbang melingkar di atas hutan dan perkebunan, antar psangan sering saling memanggil. Pada saat bercumbu, pasangan memperlihatkan gerakan aerobatik yang menakjubkan walaupun biasanya tidak terlalu gesit. Sering bertengger pada dahan yang besar di hutan yang teduh sambil mengamati permukaan tanah di bawahnya.

Makanan:
Ular, kadal, katak, verteberata, dan terkadang mamalia kecil.


 

Perkembangbiakan:
Sarang di hutan yang rapat tersusun dari ranting berlapis dedaunan. Telur 1-2 berwarna putih suram dengan bercak kemerahan. Berbiak setiap waktu sepanjang tahun.
Read More

Elang - Alap Meyer ( Accipiter meyerianus )



Berukuran besar (53 cm). Fase normal: tubuh bagian atas kehitaman, tubuh bagian bawah keputih-putihan. Sedangkan pada fase hitam, seluruh tubuh berwarna hitam. Dalam semua fase bulu, iris tetap berwarna hitam. Remaja: tubuh bagian atas coklat tua kusam dengan sisi bulu tipis.

Suara :
Nada sengau keras meninggi lebih cepat dan tanpa kekuatan nada menyambung naik seperti pada Elang-alap Bahu-coklat.

Penyebaran global :
Maluku, Papua, Kep. New Britain, Kep. Solomon.

Penyebaran lokal :
Di seluruh Papua sampai pada ketinggian 1600 m.

Kebiasaan :
Elang-alap di hutan perbukitan yang kurang dikenal, biasanya terbang rendah di atas kanopi dan sesekali melambung tinggi. Bertengger di dahan pohon yang memungkinkan untuk melihat daerah sekitar. Terbang di sepanjang puncak perbukitan atau di lembah-lembah gunung pada pagi hari, menyerang sekumpulan merpati yang hendak mencari makan.

Makanan:
Berbagai jenis burung, termasuk ayam kampung.

Perkembangbiakan:
Musim berbiak sepanjang musim dingin sampai awal musim panas di Australia. Sarang biasanya diletakkan pada pohon yang tinggi. Pernah tercatat sarang dengan 3 telur.
Read More