Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 29 Oktober 2012

Telur Burung Purba Ditemukan Di Argentina


Beberapa orang peneliti di Argentina secara tidak sengaja menemukan fosil burung yang masih lengkap dengan telur di dalam perutnya. Fosil ini diperkirakan berusia sekitar 70 juta tahun lalu dan dipercaya sebagai nenek moyang burung. Para peneliti menemukan fosil tersebut di sebuah daerah yang bernama Patagonia.


Menurut Reuters.com, para peneliti percaya bahwa di dalam telur tersebut masih terdapat embrio yang ikut mati ketika sang induk mati. Para peneliti memperkirakan burung purba yang diberi nama Bonapartenykus ultimus tersebut masuk dalam keluarga Alvarezsaurid atau dinosaurus berbentuk burung.


Penelitian yang dilakukan oleh Fernando Novas, Federico Agnolin, dan Jaime Powel, dilakukan pertama kali dengan menyusuri pinggiran Patagonia. Tempat tersebut saat ini adalah cagar alam yang dihuni oleh banyak burung Rhea atau Nandu menurut bahasa Argentina atau burung unta dalam bahasa Indonesia. Patagonia terletak sekitar 930 mil dari ibu kota Argentina, Buenos Aires.


Novas mengatakan, "Saya sangat bangga dengan temuan ini. Fosil dan telur ini dapat dijadikan bahan penelitian untuk mengungkap bagaimana metode reproduksi burung pada jaman purba". Dia juga mengasumsikan bahwa kepunahan Bonapartenykus ultimus disebabkan salah satunya oleh hujan meteor pada jaman tersebut dan dimangsa oleh karnivora besar lainnya.


Para peneliti kemudian mengungkapkan bahwa dengan ditemukannya Bonapartenykus ultimus tersebut maka akan dapat mengungkap kehidupan burung 230 juta tahun lalu, serta dapat mengungkap asal dari burung-burung yang sekarang ini ada seperti elang, gagak, merpati, atau lainnya. Mungkin dengan penemuan ini, para peneliti juga dapat mengungkapkan mengapa burung-burung di Angry Birds suka marah. Kita tunggu saja, penjelasan mereka.
Read More

Benarkah Burung Purba Punah Karena Air Bah?


Sisa-sisa fosil dari koloni besar burung prasejarah, dengan cakar dan paruh setajam gergaji, telah memberikan pengaetatuan baru kepada para ilmuwan bagaimana kehidupan sebenarnya hewan pra sejarah ini di masa dinosaurus masih menguasai daratan bumi.


Dalam temuan fosil baru yang terdiri dari tulang-belulang burung muda dan dewasa beserta kumpulan telur yang sebagian masih utuh, para ilmuwan menyimpulkan bahwa ini merupakan hasil dari air bah kuno yang menyapu seluruh koloni burung tersebut.


Burung-burung ini termasuk dalam keluarga enantiornithines, yang merupakan suatu kelompok burung yang paling banyak serta beragam dari periode theprehistoric. Hampir semua kelompok burung ini mempunyai gigi dan cakar pada setiap sayapnya.

Para ilmuwan yang telah mempelajari fosil tersebut menemukan bukti tentang bencana banjir besar terjadi di akhir Periode Cretaceous yaitu sekitar 100 juta tahun lalu, di tempat yang sekarang dikenal sebagai Transylvania, di Rumania.


Hasil penemuan di Sebes, Rumania, mungkin bisa memberitahu para ilmuwan mengapa burung pra sejarah bisa punah sementara burung modern bisa bertahan hidup

Penemuan ini pastilah menjadi suatu tamparan keras bagi para ilmuwan kebanyakan. Sebab kejadian itu sama persis dengan apa yang tertera dalam kitab suci bahwa Tuhan membinasakan hampir semua mahluk di bumi dengan membuat bencana air bah.


Fosil-fosil itu diawetkan oleh batu kapur di daerah Sebes, Rumania, menunjukkan bahwa koloni itu benar-benar dikejutkan oleh banjir yang tiba-tiba.


Wilayah Sebes juga berisi fosil pterosaurus, salah satu reptil terbesar dalam sejarah yang dapat terbang

Salah satu ilmuwan yang mempelajari temuan itu yakni Dr Gareth Dyke dari Universitas Southampton, mengatakan temuan itu amatlah penting, sebab itu merupakan bukti pertama yang menunjukan pola hidup burung purba yang bersarang di sepanjang aliran air seperti halnya burung-burung modern.

‘Ini adalah bukti pertama yang ditemukan dalam kondisi baik, dan sangat penting untuk memberikan data tentang hewan-hewan ini, dan bagaimana mereka bisa punah, dan kenapa burung-burung modern dapat bertahan hidup.” tuturnya.

Diketahui, daerah Sebes di Rumania adalah sebuah tempat yang kaya akan fosil hewan pra sejarah. Pra ilmuwan juga menemukan sisa-sisa buaya kuno, dan pterosaurus, sejenis reptil terbang yang terbesar di antara makhluk yang dapat terbang.
Read More

Jalak Suren Burung Jinak Penjaga Rumah


Burung Jalak Suren adalah burung jinak yang dipercaya mampu menjadi penjaga rumah yang handal, burung jalak suren ini peka terhadap situasi disekelilingnya. Jika ada orang datang Hewan Peliharaan ini akan bersuara nyaring dan bervariasi sehingga dengan memelihara burung ini rumah akan selalu terjaga setiap hari.

Jalak suren yang memiliki bahasa ilmiah (latin) Sturnus contra jalla, bisa dipahami kalau banyak orang yang menjadi burung ini sebagai Hewan Peliharaan. Ada empat alasan orang memelihara jalak suren yaitu;

1. Untuk menjaga rumah.
2. Untuk kesenangan. 
3. Dijadikan  master bagi whamei atau whabi, kecerewetan jalak suren akan merangsang burung lain untuk mengeluarkan nyanyiannya, sehingga memancing suara burung lain agar ikut berkicau.
4. Untuk ditangkarkan. Usaha penang-karan dilatarbelakangi oleh kesa-daran terhadap kelestarian jenis burung ini dan alasan ekonomis. Jalak suren hasil penangkaran dapat diperjualbelikan dengan harga Rp 350.000,00 per pasang.

Membedakan Jalak Suren 
 
Jalak suren mulai dewasa pada umur 8-10 bulan. Ciri fisik dan tingkah laku burung jantan dan betina mulai bisa dibedakan.

Jantan
 
Memiliki tubuh berbentuk lurus dengan ukuran relatif lebih besar dari betina. Tubuhnya lonjong dan panjang, kepa-lanya lebih besar dan bulat, paruhnya relatif lebih panjang dan kokoh. Bulu kepala, punggung, dan dada berwarna hitam legam dan mengilat.

Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih. Ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Jari-jari kakinya lebih panjang dan lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih melebar saat mengembang.

Betina
 
memiliki bentuk tubuh bulat dan pendek. Warna hitam dan putihnya agak suram. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus. Kepalanya agak ramping. Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan. Selain itu, aktivitas dan gerakan burung jantan relatif lebih lincah dan agresif dari yang betina. Suara ocehannya lebih cerewet, bervariasi, dan lebih keras dari betina.

Read More

Manfaat Telur Burung Puyuh


sejak burung puyuh dijadikan hewan peliharaan untuk diternak pada tahun 1979. Tidak semata-mata untuk dimanfaatkan dagingnya, justru untuk dimanfaatkan telurnya. Telur puyuh atau telur dari burung subspesies genus coturnix ini tidak begitu terkenal daripada telur ayam atau telur bebek. Telur burung yang terbang rendah ini, umumnya disajikan dengan cara direbus atau sebagai bahan campuran sayuran (hotplate kangkung, kimlo, dan sup), sambal kentang, atau sebagai isi bakso, tahu, dan siomay. 



Ternyata, telur puyuh memiliki Manfaat yang besar. Telur puyuh merupakan sumber protein terbaik, dimana kandungan proteinnya lebih tinggi dari telur ayam maupun telur bebek. Selain itu, setiap gram protein yang masuk akan dicerna di dalam tubuh secara sempurna. Berikut saya uraikan Manfaat Telur Burung Puyuh, yaitu;

Sumber Protein
Telur puyuh mengandung senyawa lutein dan Zeaksantin. Kedua senyawa itu merupakan pigmen yang memberikan warna kuning. Selain memberikan warna kuning, pigmen tersebut ternyata juga mempunyai khasiat kesehatan yang luar biasa. Kata lutein berasal dari bahasa latin luteus yang berarti kuning emas. Demikian juga kata zeaksantin yang berasal dari kata Zea yang merujuk pada genuz jagung, dan xanthin yang juga berasal dari bahasa latin yang berarti kuning. Selain pada telur, lutein dan zeaksantin juga banyak terdapat pada sayuran hijau. 

Nutrisi Otak
Selain protein, lemak, vitamin, dan mineral, telur puyuh juga kaya akan kolin. Kolin berperan penting didalam tubuh, terutama bagi perkembangan fungsi otak. Hal tersebut berkaitan dengan peran kolin sebagai komponen asetikolin yang berfungsi sebagai pengantar sinyal saraf. Asupan kolin yang cukup akan membantu kerja sinyal saraf pada otak, sehingga dapat memperkuat daya ingat anak-anak dan menghindari kepikunan pada orang lanjut usia.

100 gram telur puyuh dan telur bebek mengandung 263,4 mg kolin, lebih tinggi daripada kolin yang terdapat pada telur ayam.Namun kebutuhan kolin setiap orang berbeda-beda. Ibu-ibu yang sedang dalam taraf pra kehamilan hingga menyusui, sebaiknya mulai mengonsumsi makanan sumber kolin, seperti telur puyuh, dalam jumlah cukup banyak. Hal tersebut penting untuk mendukung perkembangan otak janin. Selain itu asupan kolin yang cukup pada saat kehamilan juga dapat mengurangi resiko kematian sel pada janin, yang berarti mengurangi kemungkinan bayi cacat dan keguguran. Sementara asupan kolin pada saat menyusui dimaksudkan untuk mendukung perkembangan otak bayi secara optimal.
 

Melindungi Mata
Telur puyuh mengandung senyawa lutein dan Zeaksantin. Kedua senyawa itu merupakan pigmen yang memberikan warna kuning. Selain memberikan warna kuning, pigmen tersebut ternyata juga mempunyai khasiat kesehatan yang luar biasa. Kata lutein berasal dari bahasa latin luteus yang berarti kuning emas. Demikian juga kata zeaksantin yang berasal dari kata Zea yang merujuk pada genuz jagung, dan xanthin yang juga berasal dari bahasa latin yang berarti kuning. Selain pada telur, lutein dan zeaksantin juga banyak terdapat pada sayuran hijau. 

Mengandung Zat Anti Kanker
Tubuh tidak dapat mensintesis sendiri lutein dan zeaksantin yang dibutuhkan tubuh.Karena itu peran makanan yang kaya akan lutein dan zeaksantin sangat mutlak diperlukan. Dalam hal ini termasuk telur burung puyuh. Lutein dan zeaksantin tidak hanya diperlukan oleh anak-anak yang berusia dini, tetapi juga bagi orang dewasa.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minimal 30 mg lutein setiap hari dapat memperlambat proses penuaan hingga 40%. Tubuh pun terlihat awet muda, terutama yang berhubungan dengan kesehatan mata. Beberapa penelitian menunjukkan, lutein dan zeaksantin juga baik untuk mereduksi resiko penyakit kanker dan tumor.

Read More

Kenapa Telur Sulit Menetas?


Budidaya burung ternyata tidak selalu mudah, terutama saat menetaskan telur dari betina. Terlebih, bagi calon pebudidaya burung kenari, telur kadang sulit menetas. Beberapa hal perlu dipahami dalam menetaskan kenari.


Pemilik kios burung ocehan di pasar burung Dongkelan, Jogja, Sugiyanto, menyampaikan beberapa faktor mempengaruhi produktivitas telur. “Perlu cara khusus merawat kenari supaya bisa berproduksi,” ujarnya kepada Harian Jogja, Kamis (7/6).

Sementara, ketika kenari bisa bertelur, justru saat itu sulit untuk ditetaskan. Berikut beberapa tips menetaskan telur kenari ala Sugiyanto.

Disampaikannya, proses kawin mempengaruhi gagalnya telur kenari menetas. Secara alami burung kenari betina dapat mengeluarkan telur walau tidak ada proses kawin atau pembuahan dari induk jantan. “Kalau mau mendapatkan bibit dari telurnya harus ada proses kawin,” kata Yanto, sapaannya.

Meski melewati masa kawin, tetapi telur yang dihasilkan kadang tetap tidak bisa menetas walaupun sudah dierami selama 14 hari. Selain itu, kadang telur terlihat kosong pada usia pengeraman lebih dari lima hari. “Kemungkinannya kurang matang hormon indukannya,” lanjutnya.

Selain itu, suhu juga berpengaruh walaupun di dalam telur kadang sudah terlihat bakalan kenari yang tidak dapat ditetaskan setelah masa 14 hari pengeraman. Suhu menjadi salah satu penyebabnya, bisa terlalu panas dan terlalu dingin.

Kondisi indukan yang mengeram telur juga bisa berpengaruh pada tetasan telur. “Saat indukannya stress maka kecenderungan meninggalkan sarang dan tidak mengerami telur,” katanya.

Hal lain yang berpengaruh adalah penyakit burung kenari, misalnya terinfeksi penyakit atau mengalami penurunan stamina dan nafsu makan. “Burung yang terlalu capek karena banyak mengikuti kontes bisa jadi malah menimbulkan masalah baru, stamina tidak fit dan mempengaruhi hasil telur yang ditetaskan betina,” beber Yanto.
Selain faktor-faktor itu, kebutuhan asupan vitamin dan mineral sangat dibutuhkan oleh burung kenari melalui pakan, suplemen, penjemuran dan kebersihan sebelum masa produktif.
Read More

Minggu, 28 Oktober 2012

Burung kenari melayu atau Serinus estherae: Gambar dan Suara

Burung kenari melayu atau Serinus estherae atau kenari gunung atau mountain serin adalah burung kenari aseli Indonesia. Termasuk dalam suku Fringillidae (suku besar dan menyebar luas hampir di seluruh dunia). Berukuran kecil, burung ini adalah pemakan biji dengn paruh tebal. Suku ini mirip manyar. Perbedaannya ekor lebih panjang dan bertakik, paruh sedikit lebih kecil, sarang terbuka berbentuk mangkuk (tidak tertutup seperti manyar).

burung kenari melayu atau serinus estherae atau kenari gunung atau mountain serin


Gambar burung kenari melayu atau serinus estherae atau kenari gunung atau mountain serin



Suara burung kenari melayu atau serinus estherae atau kenari gunung atau mountain serin:



Download


Deskripsi

Burung ini berukuran kecil (11cm), berwarna kuning dan abu-abu. Ciri burung jantan berdahi dan dada berpita kuning dan bercoret hitam, tunggir kuning terang, sayap hitam dengan mantel abu-abu, tenggorokan hitam, perut putih bercoret hitam.

Sedangkan burung betina hampir mirip jantan tetapi tunggir kuning lebih suram dan dada kurang berbintik.

Burung kenari melayu atau kenari gunung ini suara kicauannya bergemerencing pendek yang dikeluarkan sewaktu terbang dan juga punya cicitan metalik.

Penyebaran burung kenari melayu secara global adalah Filipina, Sulawesi, Sumatera dan Jawa. Sedangkan penyeberaran lokal ada di  Sumatera dan hanya diketahui di daerah padang dan semak alpin di Gunung  Leuser serta puncak-puncak di sekitarnya.

Di Pulau Jawa ditemukan di Gunung  Gede, Pangrango, Papandayan, Slamet, Dieng, Lawu, dan Gunung/pegunungan Tengger.

Burung ini punya kebiasaan menyendiri tetapi juga suka ada dalam kelompok kecil . Mereka bergerombol di puncak semak-semak kecil, di padang rumput alpin atau hutan lumut, juga hinggap di tanah.

Kenari melayu akan turun ke ketinggian yang lebih rendah untuk mengunjungi semak Strobilantus cernua atau blume (orang sunda menyebutnya bubukuan) sewaktu berbuah lebat.

Burung kenari melayu atau kenari gunung punya sifat pemalu, suka terbang cepat dengan cara bergelombang, naik turun sebagaimana halnya  burung pipit.(Sumber: omkicau.com)
Read More

Sabtu, 27 Oktober 2012

Fakta Unik Mengenai Burung Hantu


Burung hantu adalah burung yang dikenal sebagai burung malam karena mencari makanan pada malam hari. burung hantu juga sering dikaitkan dengan cerita-cerita misteri dan perayaan hallowen seperti halnya kalelawar dan laba-laba. Berikut 10 fakta unik yang terdapat pada burung hantu.

1. Ada 205 jenis burung hantu di dunia
Terdapat 205 jenis burung hantu di dunia, burung hantu ini dibagi menjadi 2 kelompok dasar, barn owl dan true owl.
  • Barn owl. Memilki bentuk wajah seperti hati, memiliki kaki panjang dan cakar yang kuat. Tubuh sedang dengan sayap sekitar 3,5 kaki. Dalam kelompok ini terdapat 15 jenis burung hantu termasuk jenis burung hantu hitam besar (the greater sooty owl), autralasian grass owl, ashy-faced owl dan burung hantu Sulawesi.
  • True owl. Kelompok ini berbeda dengan barn owl. Terdapat 190 jenis dengan 23 marga. Burung hantu jenis memiliki wajah bulat, kepala besar dan berekor pendek. Ukuran tubuh bervariasi, mulai ukuran kecil sampai yang berukuran sangat besar. True owl yang sangat dikenal yaitu horned owl, screech owl dan saw-whet owl. Warna bulu jenis ini tidak terlalu banyak variasi warna dalam bulunya (hitam, abu-abu, putih, coklat) dan memiliki pola belang-belang. Berfungsi untuk mengelabui para predator dan mangsanya.
2. Burung hantu adalah burung predator
Makanan alami burung hantu adalah mamalia kecil seperti tikus, tupai kelinci. Selain itu burung hantu juga memakan ular dan serangga. Burung hantu tidak dapat mengunyah mangsanya seperti makhluk kebanyakan, mereka akan mencabik-cabik dengan cakarnya yang tajam kemudian menelannya sedikit demi sedikit dan akan memuntahkan kembali pelet bahan yang dicernanya seperti bulu dan tulang-tulang.

3. Sebagian besar burung hantu aktif di malam hari
Sebagian besar burung hantu aktif di malam hari untuk mencari makan. Mencari makan dimalam hari juga menghindari persaingan dengan burung lain seperti elang. Walaupun demikian ada juga jenis burung hantu yang mencari makan pada siang hari dan senja.


4. Banyak burung hantu memiliki bulu special
Bulu ini akan mengurangi suara yang ditimbulkan dari kepakan sayapnya sehingga akan membantu dalam memburu mangsa.

5. Telah lama dikaitkan dengan cerita/legenda masyarakat
Burung hantu sudah lama dihubungkan dengan cerita/legenda rakyat. Burung hantu ada dalam lukisan gua di Perancis berumur 15.000-20.000 tahun yang lalu. Burung hantu juga terdapat pada huruf hieroglyphic Mesir. Dalam budaya disimbolkan sebagai kematian, kesialan dann kemakmuran. Di yunani kuno, burung hantu disimbolkan sebagai tanda kebijaksanaan.

6. Mempunyai kaki yang kuat seperti Raptor
Burung hantu memiliki kaki yang kuat. Struktur kaki ini dinamakan zygodactil. 2 jari mengarah depan dan 2 jari mengarah kebelakang, berguna untuk menangkap mangsanya. kadangkala jari ketiga dapat ditekuk kedepan untuk bertengger.

7. Bulu seperti telinga hanya hiasan saja.
Beberapa burung hantu terdapat jumbai telinga, tetapi itu hanyalah hiasan saja. Lubang telinga sebenarnya berada dibalik bulunya yang lebat.

8. Memiliki paruh panjang dan bengkok
Burung hantu memiliki paruh yang panjang dan berbengkok. Karena tertutup bulu, maka kelihatan lebih pendek dari yang sebenarnya.

9. Memiliki suara khas yang berbeda setiap jenisnya.
Mampu mengeluarkan suara khas seperti desahan, jeritan dan pekikan. Kebanyakan digunakan untuk menandai daerah kekuasaan atau menemukan pasangannya didalam kegelapan.


10. Mata burung hantu tidak bisa digerakkan

Walaupun memiliki pandangan binokuler seperti manusia, burung hantu tidak dapat melirikan matanya. Burung hantu akan memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk melihat kearah yang dituju.
Read More